Berita » Enam Komponen Manajemen

Tahun 2013 ditandai oleh kegiatan fenomenal yaitu pertama kali dilakukan Temu Koordinasi Peneliti, Perekayasa dan Penyuluh lingkup Badan Litbang Pertanian. Pertemuan terbagai 4 regional yaitu Makassar, Surabaya, Medan, dan Bandung. Peneliti Balitkabi, terbagi untuk hadir pada setiap regional. Pertemuan di regional II Surabaya, 15–17 Februari 2013, ditutup oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono M.Sc.

Mengawali arahannya, Dr. Haryono M.Sc, saat ini, kita semua, berada dalam era dan momen yang sangat penting, karena pertumbuhan ekonomu Indonesia yang sangat baik (>6%), bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan negara Eropa, Brasil, Rusia, India, Cina, juga Afrika Selatan. Kenyataan juga menunjukkan bahwa investasi di Indoneia juga lebih tinggi dari beberapa negara Asean bahkan Asia.

Walaupun demikian tantangan ke depan masih cukup berat, khususnya pangan, energi, dan masalah lingkungan. Insan dan sektor pertanian tidak boleh berdiri sendiri, harus menjadi kesatuan. Peneliti, perekayasa, dan penyuluh, harus memahami dan melakukannya dengan pendekatan sistematis. Perubahan iklim masih menjadi ancaman bagi sektor pertanian. Pertanian merupakan sistem yang kompleks, sekaligus pertanian juga merupakan sains yang kompleks. Pemahaman pertanian sebagai sistem yang kompleks mengarah kepada efisiensi sumberdaya (anggaran adalah yang terpenting), efektivitas program dan pencapaian target yang sudah ditetapkan.

Peneliti, perekayasa, dan penyuluh diminta untuk mengelola 6 Komponen Manajemen: (1) Substabtif program dalam kaitannya dengan litkajibangdiklatluhrap, (2) Pengelolaan SDM, bukan hanya mengelola bidang keadministrasian seperti DP3 dsbnya, tetapi harus lebih komprehensif, (3) Pengelolaan sarpras, perlu pemetaan investasi jangka pendek, menengah dan panjang, anggaran jangan dibuang untuk pengadaan alat yang tidak efektif, (4) Manajemen anggaran dan keuangan, harus memahami segala sesuatunya, harus paham satuan biaya umum, jangan ada segmentasi, jangan sampai terjadi anggaran seakan-akan milik sendiri, (5) Manajemen time – timing – moment, misalnya saat ini kedelai rapornya masih merah, maka harus ada gerakan yang lebih cepat dan sistematis, (6) Manajemen mindset, harus tahu dan dipahami, koordinasi, persepsi, rendah hati, saling memahami; cepat dikomunikasikan hasil pertemuan dan kebijakan kepada seluruh staf. Pejabat eselon III lebih intensif membicarakan manajemen.

Temu koordinasi peneliti, perekayasa, dan penyuluh ditutup dengan pembacaan Ikrar Peneliti, Perekayasa, dan Penyuluh. Sukses dan jayalah Badan Litbang Pertanian.