Berita ยป Ethical clearance/Kliren Etik, Menjaga Moralitas dan Integritas Peneliti

kliren

Peneliti Balitbangtan perlu penguatan entitas untuk dapat setara dengan peneliti di tingkat internasional, salah satunya dengan menerapkan kaidah moral/etika penelitian yang sesuai standar internasional. Pada Rabu, 19 Mei 2016, bertempat di Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan, Prof. Dr. Ir. Tjeppy D. Soedjana, M.Sc. yang merupakan anggota Majelis Pertimbangan Etika Peneliti (MPEP) mensosialisasikan Pedoman Kliren Etik Peneliti dan publikasi ilmiah. Sosialisasi ini dihadiri oleh para peneliti perwakilan dari 5 UPT Balitbangtan yang ada di Jawa Timur. Pedoman kliren etik peneliti dan publikasi ilmiah disusun berdasarkan PerKa LIPI No. 06/E/2013, merupakan guidance bagi para peneliti agar berhati-hati sejak awal menyusun rencana penelitian (preventif) hingga kemungkinan ditemukannya pelanggaran pada akhir (publikasi). Dalam paparannya Prof. Tjeppy menyampaikan pentingnya peneliti untuk mengetahui dan mematuhi kode etik penelitian terlebih pada era seperti saat ini dimana akses terhadap publikasi ilmiah sangat terbuka sehingga memungkinkan setiap orang membaca, menelaah, dan mempertanyakan hasil dari sebuah penelitian yang dipublikasi.

Sosialisasi juga bertujuan membantu peneliti untuk melakukan self assessment terhadap kepatuhan pada Kode Etika Peneliti dalam melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Pada kesempatan ini diingatkan kembali tentang tata nilai dalam penelitian yang harus diperhatikan yaitu kebenaran ilmiah, keselamatan semua, dan tanggungjawab keilmuan. Selain itu terdapat juga tata nilai dalam berperilaku bagi seorang peneliti yaitu keteladanan moral, kesantunan perlakuan, keterbukaan informasi dan tidak kalah penting tata nilai dalam kepengarangan yang mengutamakan ketelitian, kejujuran penulisan, keadilan pengakuan hak. Disampaikan juga pelanggaran terhadap kode etik peneliti seperti; pemalsuan hasil (fabrikasi), pemalsuan data (falsifikasi), pencurian data, proses, hasil (plagiasi), pemerasan tenaga (eksploitasi), perbuatan tidak adil (injustice), kecerobohan disengaja (intended careless), dan penggandaan (duplikasi).

Hingga saat ini Balitbangtan belum memiliki Komisi Etika Peneliti (KEP), namun mengingat pentingnya penegakan etika penelitian, KEP dan sub-KEP ditingkat Puslit dan Satker perlu segera dibentuk. Prinsip kerja komisi adalah mengutamakan mediasi, dan azas praduga tak melanggar untuk menjaga kehormatan profesi peneliti dan mengawal peneliti dalam menjaga moralitas agar selalu teguh memegang nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, dan keadilan dalam melaksanakan dan melaporkan penelitian/pengkajian.


Para peserta sosialisasi Pedoman Kliren Etik Peneliti dan publikasi ilmiah.

AI/RA/SDS