Berita » Evaluasi 2012, Memperkuat Kinerja UPBS 2013

1-atitikupbs

Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) menjadi strategis sebagai penyedia benih sumber nasional, bahkan menjadi pembawa inovasi teknologi budidaya lainnya. Menyongsong 2013, UPBS di Balitkabi akan memperkuat dan meningkatkan kinerjanya, dan diawali dengan melakukan konsolidasi seluruh personal, 11 Januari 2013 di Aula Balitkabi, dihadiri oleh Direktur UPBS beserta jajarannya serta seluruh Kepala KP (Kebun Percobaan) disertai Koordinator Teknis masing-masing KP.

Wakil Direktur UPBS, Ir. M. Anwari MS, memberikan pengantar bahwa koordinasi yang selalu dilakukan di awal tahun bertujuan mengevaluasi kinerja 2012 dan program 2013. Pemaparan kinerja dan program disampaikan oleh Manajer Pemasaran (Herdina Pratiwi, SP), Manajer Produksi (M. Arum SP MP), Program UPBS 2013 (Ir. M. Anwari MS), Manajer Kendali Mutu (Ir. Joko Purnomo MS) dan pemaparan terakhir oleh Penanggung Jawab SMM (Dr. Titik Sundari).


Performa kinerja UPBS 2012 cukup bagus. Evaluasi umpan balik pelanggan, dari 66 umpan balik, menyatakan puas dengan pelayanan UPBS Balitkabi, yang menyangkut kejelasan informasi, proses penyelesaian pesanan, ketepatan pengiriman, prosedur administrasi, dan mutu benih. Walaupun demikian peningkatan performa kinerja tetap diperlukan. Sisi produksi, yang seringkali menjadi titik kritis, disampaikan oleh M. Arum bahwa mutu benih berasal dari lapang, pengelolaan lapang yang sesuai prosedur akan mengantarkan mutu benih yang baik. Urutan kinerja yang dimulai dari panduan mutu – kebijakan mutu – sasaran mutu, maka Kendali Mutu akan bekerja sesuai dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan. Dipesankan oleh Joko Purnomo MS, khususnya pengelola KP agar selalu mengenali lingkungan optimal dan mengenali periode kritis tanaman pada setiap komoditas dan aneka cekaman. Yang tidak kalah pentingnya bahwa tahun 2013 akan dilakukan re-asessment, menurut Dr. Titik, bahkan akan menambah ruang lingkup berupa benih sumber FS (Benih Dasar). Cakupan kebutuhan areal produksi NS, BS, dan NS pada tahun 2013 adalah 48 ha dengan target produksi sebanyak 38.4 t benih.

Diskusi yang muncul diantaranya KP masih memerlukan grader dan perontok kacang tanah untuk mempercepat proses pascapanen, diperlukan mobil box untuk pengiriman benih agar tidak terpapar panas matahari dan air hujan, juga ditanyakan PNBP KP yang telah memproduksi BS apakah target PNBPnya bisa dikurangi.

Pada akhir pertemuan, Kepala Balitkabi, juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personil UPBS yang telah mampu memenuhi target produksi dan pelayanan. Kinerja UPBS perlu ditingkatkan tidak hanya karena menjadi target UKP4, khususnya untuk kedelai, memang masih diperlukan benih sumber yang memadai. Penyebabnya karena alur produksi benih pada setiap kelas benih belum berjalan lancar. Apalagi jika HPP belum disetujui maka petani perlu didorong untuk menanam kedelai melalui subsidi benih yang benar. Karenanya kinerja UPBS 2013 harus diperkuat dan ditingkatkan. Semoga UPBS Balitkabi akan bergerak cepat dan berkualitas. Amin.