Berita » Farm Field Day Kedelai di Pacitan Bangkitkan Semangat Tanam Kedelai

Hari Temu Lapang Petani Pengembangan Kedelai” di Dusun Kampir, Desa Borang Kec. Arjosari Kab. Pacitan,4 September 2019

Hari Temu Lapang Petani Pengembangan Kedelai” di Dusun Kampir, Desa Borang Kec. Arjosari Kab. Pacitan,4 September 2019

Jawa Timur merupakan penyumbang produksi kedelai terbesar nasional sekitar 40% hingga tahun 2018. Produksi kedelai dari Pacitan berkontribusi sekitar menyumbang 0,10 % produksi nasional. Sumbangan dari angka yang tergolong kecil ini menjadikan daerah ini menjadi target program pengembangan kedelai oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Dengan bantuan benih kedelai varietas Anjasmoro sebanyak 100 kg, pupuk Phonska 500 kg dan pupuk organik 2 ton diadakan demfarm penanaman kedelai berlokasi di dusun Kampir, Desa Borang, Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan.

Menurut El-Hidayat Kepala Desa Borang dalam sambutannya pada acara “Hari Temu Lapang Petani Pengembangan Kedelai” di Dusun Kampir, Desa Borang Kec. Arjosari Kab. Pacitan pada 4 September 2019 pihaknya merasa senang dipilih menjadi lokasi percontohan budidaya kedelai. Petani di desa Borang secara turun temurun telah menanam kedelai dengan pola tanam padi-padi-palawija. Tanaman palawija yang dipilih jagung, kacang tanah dan kedelai. Pilihan terhadap komoditas biasanya didasarkan oleh kebutuhan rumah tangga mereka dengan pertimbangan harga salah satunya.

Peninjauan demfarm kedelai di dusun Kampir, Desa Borang, Arjosari, Pacitan

Peninjauan demfarm kedelai di dusun Kampir, Desa Borang, Arjosari, Pacitan

Kegiatan FFD yang digelar berdampingan dengan demfarm kedelai diikuti 25 petani kooperator serta PPL setempat. Dengan dilaksanakan Hari Temu Lapang Petani komoditas Kedelai ini diharapkan dapat mempertemukan bagian produksi yakni petani dengan pengusaha tahu di daerah Arjosari. “Hari ini kita temukan hulu dengan hilir komoditas kedelai ini, “ kata Kusworo Kasi Akabi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur. Bantuan benih sebanyak 200 kg hanya sebagai pancingan, lanjut Kusworo.

Keragaan varietas Anjasmoro di area demfarm yang saat ini berumur sekitar 60 hari kondisinya beragam. Keragaman pertumbuhan yang besar karena lahan tersebar di beberapa lokasi. Untuk lokasi yang cukup air, tanaman tumbuh relatif bagus, tanaman memasuki fase pembentukan polong. Pada area di dekat panggung FFD, kedelai yang memasuki fase pengisian polong terlihat kekurangan air. Menurut keterangan Dedi PPL di Desa Borang, tanaman memang kekurangan air. Saat ini tengah dilakukan pengerukan sungai dengan harapan nanti di musim hujan dapat cukup menampung air karena beberapa waktu yang lalu terjadi musibah banjir, sungai tidak cukup menampung air. Diharapkan dengan pembangunan sungai, di musim kemarau sungai juga masih mempunyai cadangan air untuk irigasi tanaman pangan.

Evaluasi demfarm dijelaskan oleh Gatut Winarso Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikutura Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan. Dikemukakan oleh Gatut jika kendala utama pengembangan kedelai di Pacitan adalah keterbatasan air serta kesuburan tanah rendah, topografi bergunung-gunung, kepemilikan lahan yang sempit, penguasaan teknologi rendah, adopsi teknologi rendah serta harga jual rendah. Produktivitas kedelai di desa Borang menurut petani, dengan benih 1 kg dihasilkan 10 kg biji kering atau setara 500 kg/ha. Rendahnya produktivitas kedelai disebabkan karena pemeliharaan tanaman yang kurang memadai, kompetisi dengan gulma, cekaman air serta nutrisi tanaman kurang. Untuk itu diminta PPL lebih giat untuk mendampingi petani dan juga mau mempelajari teknologi baru budidaya tanaman serta mentransfer teknologi tersebut kepada petani binaannya.

Narasumber dari Balitkabi Runik Dyah memberikan saran untuk mengoptimalkan pemeliharaan tanaman menjelang berbunga terutama penyiangan gulma, juga penanaman harus dilakukan sesegera mungkin setelah padi dipanen. Penggunaan mulsa jerami padi dapat diaplikasikan untuk mengurangi evaporasi tanah serta penambahan pupuk kandang mutlak diperlukan untuk memperbaiki biofisik dan kimia tanah. Varietas yang adaptif kekeringan seperti Dering 1 atau Dering 2 dapat dijadikan pilihan. Dari diskusi yang berkembang petani berminat menanam kedelai dengan sistem tumpangsari baik dengan tanaman tahunan maupun dengan jagung atau ubi kayu. Disarankan menggunakan varietas Dena 1 atau Dena 2 dengan pengaturan jarak tanam agar tidak terjadi kompetisi sinar matahari, air maupun nutrisi.

Petani kooperator mengikuti FFD

Petani kooperator mengikuti FFD

Bambang Supriono merupakan pengusaha muda pengrajin tahu, yang saat ini memerlukan bahan baku kedelai sebanyak 300 kg/hari. Sulitnya memperoleh kedelai lokal memaksa Bambang untuk membeli kedelai impor. Bambang menyampaikan akan membeli kedelai lokal dari petani apabila tersedia dengan harga yang sesuai kualitas. Subagyono sebagai petani mengeluh keterbatasan air sebagai penyebab gagal panen, sehingga meminta bantuan pembuatan sumur dangkal. Terkait infrastruktur penggalian sungai pihak Distan kab. Pacitan akan memfasilitasi penggunaan ekskavator.

Semangat bapak dan ibu tani serta beberapa petani muda untuk menanam kedelai di musim tanam tahun depan, memberikan harapan kedelai masih diminati petani apalagi pengusaha tahu dan tempe siap menampung hasil panen. Bambang Supriyoko Kadistan Kab. Pacitan menutup secara resmi FFD pengembangan kedelai dengan harapan kedelai di daerah Arjosari kembali berkembang dengan produksi tinggi karena beberapa tahun yang lalu daerah ini sempat memukau Bupati Pacitan untuk memanen kedelai karena keragaan kedelainya sangat bagus. Semoga FFD ini menjadi awal yang baik bagi bangkitnya semangat petani di Pacitan untuk berusahatani kedelai.
RDP