Berita ยป FGD Membangun Sinergisme Kedelai Nasional

Sekretariat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 15 Oktober 2021, melaksanakan FGD Kedelai bertemakan Membangun Sinergitas Menuju Swasembada Kedelai Nasional. FGD dilakukan secara luring (IPB International Convention Center Bogor) dan secara daring. Tujuan FGD adalah percepatan peningkatan produksi dan produktivitas kedelai nasional. Peserta FGD sejumlah 187 orang.

Sesi panel FGD kedelai

Sesi panel FGD kedelai

FGD dihadiri berbagai kalangan, antara lain Dr. Ir. Farid Bahar, Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah, Ir. Soetarto Alimoeso, M.M., Komisi IV DPR RI (Dr. Ir Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc.), akademisi, peneliti, pemerhati, dan jajaran Dinas maupun Kementerian Pertanian.

Prof. Dr. Yustika Baharsyah dan Dr. Endang Thohari

Prof. Dr. Yustika Baharsyah dan Dr. Endang Thohari

FGD dibagi menjadi dua sesi, yakni panel dan pembahas utama. Pada sesi panel yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Tanaman Pangan (Ir. Bambang Pamuji, M.Si.), mengetengahkan tiga topik, yaitu pemasaran hasil kedelai (Prof. Dr. Yustika Baharsyah), dukungan legislatif mewujudkan swasembada kedelai nasional (Dr. Ir. Endang Setyawati Thohari, DESS, M.Sc.), dan teknologi budi daya kedelai (Prof. Dr. Ir. Munif Ghulamahdi, M.S.). Sebagai pembahas utama adalah Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah, Ir. Soetarto Alimoeso, M.M., Prof. Dr. Sumarno, M.Sc., Dr. Ir. Farid Bahar, dan Dr. Ir. M. Muchlish Adie, M.S.

Paparan Prof. Dr. Sumarno dan M. Muchlish Adie

Paparan Prof. Dr. Sumarno dan M. Muchlish Adie

Berbagai bahasan pada FGD adalah diperlukannya pemetaan wilayah potensial kedelai dan penetapan produktivitasnya, pemerintah harus sungguh-sungguh mengawalnya dengan berbagai kebijakan, pengurangan impor kedelai merupakan hal yang sulit tetapi tetap diupayakan dikurangi, usaha memperkuat hulu hilir kedelai, sehingga ada kepastian penyerapan hasil kedelai, Bapanas (Badan Pangan Nasional) berperan dalam tataniaga kedelai, perluasan areal kedelai harus menjadi keharusan, dan keberanian meningkatkan target produktivitas kedelai nasional antara 1,8 hingga 2,0 t/ha.

MMA