Berita » FGD Produksi Benih Kedelai Melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu

fgd

Pendampingan SLPTT kepada peneliti/penyuluh pelaksana SLPTT kedelai di BPTP Nusa Tenggara Barat (NTB) dilakukan dalam Forum Group Diskusi (FGD) produksi kedelai dan produksi perbenihan melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang dilaksanakan pada tanggal 29 April 2014 di Aula BPTP NTB. Diskusi diikuti oleh sekitar 30 orang terdiri dari Pendamping SLPTT Balitkabi Prof. Dr. Marwoto, Peneliti/penyuluh BPTP NTB, Dinas Pertanian Provinsi NTB, BPSB NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Bank Negara Indonesia NTB, Bank Nusa Tenggara Barat, BBI, Penangkar Benih Kedelai dan pihak swasta pemerhati kedelai FMC Agricultural Solutions. Diskusi dipimpin oleh Kepala BPTP NTB Dr. Dwi Praptomo. Kepala BPTP NTB mengatakan bahwa tugas yang diberikan oleh Menteri Pertanian kepada BPTP NTB adalah membantu produksi benih sumber kedelai kelas Benih Dasar (FS) dan Benih Pokok (SS) untuk memenuhi sistem perbenihan kedelai di NTB, dengan target yang dibebankan sesuai direktif Menteri Pertanian sebanyak 10 ton benih dasar (FS) dan 250 ton benih pokok (SS). Produksi benih pokok 250 ton diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan benih sebar di Provinsi NTB. Pada kesempatan ini pula, Kepala BPTP NTB mengharapkan kerja sama yang baik antara peneliti, penyuluh, Dinas Pertanian Tanaman Pangan NTB, petugas sertifikasi benih (BPSB), petani penangkar dan Balitkabi sebagai penyedia benih sumber untuk memenuhi target 250 ton benih pokok. Dalam rangka FGD pendampingan SLPTT kedelai dan mengatasi suplai kedelai di NTB telah dibahas: 1. Teknik produksi dan pemurnian benih kedelai oleh Prof. Dr. Marwoto pendamping SLPTT dari Balitkabi, 2. Penyusunan rekomendasi teknologi produksi kedelai spesifik lokasi oleh Ir. H. Nor Inggah dari BPTP NTB, 3. Gagasan kampung kedelai dalam rangka kemandirian benih oleh Ir. M. Amir Hamzah dari pihak swasta FMC. Pada kesempatan ini Balitkabi menyerahkan berbagai publikasi tentang Produksi Kedelai, Panduan Roguing dan pemeriksaan benih, buku PTT kedelai, Identifikasi hama, penyakit dan kahat hara kedelai. Hasil yang telah dicapai sampai pada saat ini adalah target pengadaan benih sumber klas Benih Dasar telah terpenuhi sebanyak 10 ton bahkan lebih, dan kini telah dimulai penanaman Benih Pokok untuk memenuhi 250 ton, yang di alokasikan di Kabupaten Bima, Dompu dan Lombok Tengah. Kondisi pertanaman pada umur 15–21 hari di Lombok Tengah cukup bagus dan perlu perawatan sesuai rekomendasi agar didapatkan hasil yang optimal.

FGD Pendampingan SLPTT dan Produksi Benih Sumber kedelai di BPTP Nusa Tenggara Barat.

Kunjungan lapang perbanyakan Benih Dasar kedelai dan diskusi pemecahan masalah lapang dengan pelaksana lapang di Lombok Tengah.

Prof. Marwoto