Berita » Fortekabi Balitkabi adakan Temu Teknis dan Seminar Internal

teknisi

Fortekabi (Forum Teknisi Litkayasa Aneka Kacang dan Umbi), Balitkabi menyelenggarakan Temu Teknis dan Seminar Internal Teknisi Litkayasa/non LItkayasa untuk pertama kalinya pada tanggal 15 Oktober 2019 di Balitkabi. Pertemuan ini diikuti oleh teknisi Litkayasa maupun non Litkayasa dari Balitkabi maupun perwakilan dari IP2TP (Kendalpayak, Jambegede, Muneng, Ngale dan Genteng). ” Peningkatan Kompetensi Teknisi dan Analis Mendukung Pembangunan Pertanian 4.0” menjadi tema acara yang digelar sehari penuh di aula Balitkabi itu.

Kegiatan dimaksudkan menjadi wahana bagi teknisi Litkayasa/non litkayasa untuk ikut menggelorakan dan menghidupkan nuansa ilmiah di Balitkabi sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang penelitian dan pengembangan tanaman aneka kacang dan umbi. Rangkaian kegiatan seminar diharapkan menjadi wahana pembelajaran bagi teknisi untuk mendukung kegiatan penelitian di Balitkabi juga sebagai ajang bertukar informasi mengenai data teknis yang dihasilkan.

Sebagai informasi Fortekabi merupakan wadah para teknisi Litkayasa maupun non Litkayasa di Balitkabi, yang dibentuk oleh Kepala Balitkabi Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi pada tanggal 15 Maret 2019 lalu. Forum ini menghimpun seluruh teknisi baik yang sudah menduduki jabatan fungsional litkayasa maupun yang belum menduduki jabatan fungsional litkayasa untuk meningkatkan profesionalismenya. Dengan forum tersebut diharapkan dapat menjembatani teknisi sebagai mitra peneliti dalam melaksanakan tupoksi untuk menghasilkan data-data penelitian yang valid dan akurat, serta membantu teknisi berkarier dalam jabatan fungsional litkayasa.

Fortekabi terdiri dari 40 orang anggota, antara lain 19 orang Teknisi dari Balitkabi, 2 orang dari IP2TP Kendalpayak, 1 orang dari IP2TP Jambegede, 5 orang dari IP2TP Ngale, 7 orang dari IP2TP Muneng serta 6 orang dari IP2TP Genteng. Pada acara ini sebagian besar anggota Fortekabi dapat ikut berpartisipasi menghidupkan acara temu teknis maupun seminar internal.

Dr. Rudi Iswanto selaku plh. Kepala Balai merangkap sebagai Kasie Yantek memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyampaikan harapan kepada teknisi agar senantiasa mengikuti perkembangan teknologi maupun penelitian sehingga tidak ketinggalan informasi. Hal ini bermanfaat untuk menambah nilai dalam pengisian SKP menjadi lebih berbobot. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi SDM khususnya bagi teknisi litkayasa dan diharapkan ke depan menjadi mitra sejajar peneliti dan dapat berkiprah di forum pertemuan nasional.

Pada sesi berikutnya Drs. Subarkah mewakili Kasubag TU memaparkan tentang perubahan peta jabatan lama (2017) beserta pengajuan peta jabatan yang terbaru (2019) sehingga teknisi non litkayasa mendapatkan peluang yang lebih besar untuk pengajuan jabatan fungsional litkayasa.

Suasana Temu Teknis dan Seminar Internal Teknisi Litkayasa/non LItkayasa di Balitkabi.

Suasana Temu Teknis dan Seminar Internal Teknisi Litkayasa/non LItkayasa di Balitkabi.

Disampaikan Subarkah jika peta jabatan fungsional litkayasa berlaku selama 5 tahun, sehingga teknisi yang telah mengikuti Diklat Fungsional Litkayasa dapat memperoleh SK yang dimaksud. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi agar teknisi litkayasa membangun kebiasaan mencatat , sehingga pembuatan SKP menjadi lebih berkualitas, dan mendapatkan nilai SKP yang baik. Diharapkan oleh Subarkah, ketua Fortekabi diharapkan membantu anggotanya untuk menyusun Form A1 tentang Pengumpulan Data Beban Kerja untuk teknisi sebagai data dukung di Kepegawaian.

Pada kegiatan ini juga mengundang Ir. Achmad Winarto, sebagai narasumber penulisan KTI. Winarto yang juga merupakan purna tugas dari Balitkabi banyak memberikan arahan dan pengalaman selama menjadi Redaksi Pelaksana di Website Balitkabi. Disampaikan bimbingan bagi teknisi untuk memulai menulis KTI sesuai dengan aturan baku tiap-tiap penerbit. “ Jangan segan meminta arahan dan bimbingan peneliti agar tulisan KTI dari teknisi menjadi lebih berbobot dan kekinian” kata Winarto mengakhiri paparannya.

Temu Teknis dan Seminar Internal ini menjadi titik awal anggota Fortekabi untuk unjuk diri membawakan dan menyampaikan hasil penulisan KTI. Tiga teknisi mempresentasikan tulisan ilmiahnya yaitu : Afik Setiawan, teknisi dari IP2TP Kendalpayak, judul “Efektifitas Insektisida Sistemik untuk Mengendalikan Hama Lalat Penggerek Batang (Melanagromyza Sojae) pada Tanaman Kedelai”, Ekmi Luksmiawati Yunita, S.Si, judul “Validasi Metode Unsur Na, Ca, Mg dalam Tanah Internal Standar dengan Atomic Adsorption Spectrophotometry (AAS) di Laboratorium Tanah Balitkabi” dan Agus Supeno, S.P. dengan judul “Persilangan Kedelai Introduksi Asal Korea Selatan dengan Varietas Argomulyo dan Lawit”. Presentasi dan diskusi tiga makalah ini berlangsung menarik dengan dipandu Dr. Gatut Wahyu Anggoro Santoso. Peserta antusias menggali informasi lebih dalam mengenai pengamatan di lapang maupun di laboratorium sehingga memperoleh data yang valid. Peneliti Balitkabi sekaligus Manajer Teknis Laboratorium Kimia Pangan, Ir. Erliana Ginting, M.Sc. secara khusus menyampaikan apresiasi kepada pemakalah serta rasa terima kasih atas partisipasi aktif dari seluruh teknisi yang hadir khususnya dari IP2TP yang mengikuti acara hingga selesai.

ELY