Berita ยป Gelar Kabi dan Herbal Jateng

Gelar Potensi Kabi dan Herbal, merupakan agenda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang pada tahun 2012 merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Tujuannya adalah menggiatkan potensi kabi dan herbal yang muaranya berpotensi sebagai pemerkuat ketahanan pangan dan pendapatan rumah tangga. Gelar Kabi dan Herbal dipusatkan di BW Agro Center Soropadan Temanggung.

Tema Gelar Kabi dan Herbal tahun 2012 adalah Cintai Produk Petani, Wujudkan Kesejahteraan Petani. Serangkaian kegiatannya, selain gelar teknologi di lapang, juga pameran berbagai produk petani yang terkait dengan kabi dan herbal, lomba merangkai komoditas kabi dan herbal, temu wicara dan gerakan minum jamu herbal. Acara puncak dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah (Bapak Bibit Waluyo) didampingi oleh Ibu Hajjah Sri Bibit Waluyo, Gubernur Temanggung, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Jawa Tengah (Ir. Aris Budiono) disertai jajaran pimpinan instansi, diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, pelaku industri herbal dan industri berbahan baku kabi. Balitkabi (Kepala Balitkabi dan Prof. Dr. Marwoto) diundang untuk menghadiri acara tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, menekankan bahwa pemerintah Jawa Tengah tetap memiliki komitmen tinggi terhadap bidang pertanian. Penguatannya harus dilakukan dengan modernisasi pertanian, yang difokuskan kepada dukungan peralatan, irigasi, dan varietas unggul. Jawa Tengah dinilai sukses dalam mendukung swasembada beras, apalagi Nilai Tukar Petani di Jawa Tengah meningkat terus bahkan sejak tahun 2011 dan 2012 sudah top markotop. Keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas peran petani, kelompok tani, dan penyuluh, urai Pak Gubernur. Tetapi Pak Bibit masih meminta kepada penyuluh supaya lebih ethes (banyak bicara), semakin ethes semakin bagus, yang disambut tepuk tangan meriah oleh peserta acara puncak. Bapak Gubernur yang satu ini memang tidak diragukan komitmennya kepada petani dan pertanian, bahkan Kepala Badan Litbang Pertanian memposisikan Bapak Bibit sebagai Penyuluhnya Litbang. Prof. Marwoto diberi kesempatan khusus oleh Bapak Gubernur untuk menyampaikan pemikiran tentang kedelai sehingga kedelai di Jawa Tengah dapat ditingkatkan produksinya dan memberikan nilai tambah. Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah juga mengimbuhkan bahwa Gubernur tidak menggunakan istilah swasembada kedelai tetapi lebih menekankan pada Peningkatan Produksi Kedelai. Saat temu wicara, beragam pertanyaan disampaikan kepada Gubernur, yang juga dijawab dengan lugas dan logis, yang memang menjadi ciri Pak Bibit.

BPTP Jawa Tengah juga berperan dalam Gelar Kabi dan Herbal, bahkan BPTP Jateng memiliki saung permanen di lapang untuk memperagakan inovasi litbang. Kepala BPTP Jateng meminta Balitkabi ikut menggelar inovasinya di saung tersebut. Keragaan tanaman kabi di lapang, aneka varietas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan ubijalar, yang dikelola oleh Diperta Jateng, keragaannya sangat bagus. Pada saat Gubernur melakukan kunjungan pameran dan tanaman di lapang yang diikuti oleh peserta, kagum dengan keragaan tanaman kabi. Aneka ubi-ubian potensial yang ditanam di lapang, mendapatkan perhatian, agar terus dikembangkan dan diolah menjadi produk yang dapat memberikan tambahan keuntungan bagi rumah tangga petani.

Gelar Kabi dan Herbal Jateng nampaknya menjadi potensi diseminasi yang harus didukung oleh Balikabi di masa yang akan datang. Tidak terbatas di lapang tetapi juga harus diperagakan beragam aneka olahan berbahan baku ubi-ubian.