Berita ยป Gelar Komoditas Kacang dan Umbi di IMC

Aneka kabi untuk Gelar IMC tumbuh subur, dan varietas kacang hijau Vima 1 dan ubi jalar menarik petani untuk dikembangkan di Gorontalo.

International Maize Conference (IMC), 22- 24 November 2012 akan dilaksanakan di Gorontalo. Badan Litbang Pertanian berperan penting pada pelaksanaan IMC tersebut. Tema IMC adalah “Maize for Food, Feed and Fuel” dengan sub-tema “Maize for The World : Food Security and Renewable Resource

Di Indonesia, memang jagung merupakan komoditas tanaman pangan penting kedua setelah padi. Pada perdagangan internasional, posisi jagung termasuk produk biji-bijian ketiga yang paling banyak diperdagangkan setelah gandum dan beras, dengan perkiraan produksi 828 juta ton pada tahun 2011. IMC akan dihadiri oleh peneliti jagung dari seluruh dunia. Topik bahasan IMC adalah (1) Global maize production and productivity: Trends, Challenges and Opprotunities, (2) Nutritionally enriched maize and its importance in developing world, (3) Crop eco-physiology and systems modelling on tropical maize production.Agricultural development, research and technology policy for poverty alleviation, (4) Maize agribusiness opportunities in the developing world, dan (5) Improving the value of maize as livestock feed to enhance the livelihoods of maize-livestockfarmers.

Selain agenda seminar, pameran dan temu bisnis, juga diagendakan kunjungan lapang. Balitkabi ikutserta menggelar 20 varietas aneka komoditas kabi di lapang, berlokasi di Tenilo, Limboto, Gorontalo. Varietas kedelai yang digelar adalah Argomulyo, Anjasmoro, Grobogan dan Burangrang; kacang tanah varietas Hypoma 1, Hypoma 2, Talam 1 dan Takar 1; kacang hijau varietas Kutilang, Nuri, Murai dan Vima 1, sedangkan varietas/klon ubijalar yang dipamerkan adalah Kidal, Sukuh, Sari, Beta 1, Beta 2, MSU 0302-10, MSU 01022-12, dan RIS 03063-05.

Aneka kabi untuk Gelar IMC tumbuh subur, dan varietas kacang hijau Vima 1 dan ubi jalar menarik petani untuk dikembangkan di Gorontalo.

Suyitno, teknisi Balitkabi, yang ditugaskan mengawal gelar teknologi di lapang, melaporkan tentang keragaan tanaman di lapang (11 November 2012) cukup optimal. Petani tertarik untuk menanam varietas ubijalar, akan dikembangkan lebih lanjut, dan meminta ubi yang rasanya enak. Demikian juga, begitu melihat kacang hijau Vima 1 yang telah berpolong banyak, petani yang berkunjung ke lapang, antusias bertanya tentang nama varietas, kesesuaiannya jika ditanam di Gorontalo. Bahkan menurut Pak Suyitno, tamu Diperta juga diajak untuk melihat keragaan tanaman aneka kabi di lapang.

Melihat keragaan tanaman di lapang, Pak Suyitno, yakin bahwa hingga acara IMC nanti, aneka varietas kabi siap didesiminasikan kepada peserta IMC dan kepada pengguna lainnya. Semoga berhasil.