Berita » Gelar Varitas Kabi Mendapat Perhatian Besar di IMC

Kunjungan petani, staf Dinas Pertanian (kiri), dan siswa SMK Pertanian di Visitor Plot Kabi di Limboto Prov Gorontalo.

Meski topik utama Konferensi Jagung Internasional (IMC) adalah jagung, namun perhatian peserta dan pejabat baik dalam negeri maupun luar negeri terhadap varietas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan ubijalar (kabi), yang digelar Balitkabi di lapang dan dalam pameran, cukup besar. Peserta dengan latar belakang petani, penyuluh, siswa SMK Pertanian maupun masyarakat sekitar silih berganti mengunjungi visitor plot kabi. Kunjungan lain adalah dari Kepala dan Staf Dinas Pertanian Gorontalo, Gubernur Gorontalo dan Wakil Menteri Pertanian. Bahkan peserta luar negeri pun tertarik dengan gelar varietas kabi.

Kegiatan IMC difokuskan di dua tempat yaitu di Kota Gorontalo untuk kegiatan pertemuan dan seminar internasional, dan di Limboto untuk gelar teknologi varietas unggul. Balitkabi andil dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan gelar varietas unggul kedelai, kacang hijau, kacang tanah, dan ubijalar dalam bentuk visitor plot. Di lokasi gelar teknologi, banyak petani, penyuluh, pelajar SMK Pertanian maupun masyarakat sekitar mengunjungi visitor KABI, mereka sangat antusias menanyakan beberapa hal tentang budidaya maupun macam varietas yang ditanam di lokasi. Bahkan tanggal 22 November pada saat kepala Dinas Pertanian kabupaten Gorontalo mengajak seluruh staf dan petugas penyuluh pertanian untuk mengunjungi visitor plot Kabi.

Kunjungan petani, staf Dinas Pertanian (kiri), dan siswa SMK Pertanian di Visitor Plot Kabi di Limboto Prov Gorontalo.

Setelah para petani, giliran para penyuluh pertanian dan petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo mengunjungi lapang, Kepala Dinas Pertanian memanfaatkan kunjungan ini dengan berdiskusi tentang kabi. “Mumpung peneliti Balitkabi ini datang ke Gorontalo“, ujar Kepala Dinas Pertanian. Pada diskusi ini Ir. Abdullah Taufik dan Dr. Heru Kuswanto bertindak sebagai nara sumber. Meski berlangsung santai, diskusi berlangsung serius terutama saat paparan aneka kacang dan umbi yang disampaikan oleh para peneliti Balitkabi.

Berkunjung lalu berdiskusi di rumah petani, merupakan salah satu kegiatan staf Dinas Pertanian dan staf saat IMC berlangsung, di Limboto, 22 Nov 2012. Dr Heru Kuswantoro sedang memberikan penjelasan.

Tanggal 22 November, Wamen dan Gubernur Gorontalo mengunjungi lokasi di Limboto tempat gelar varietas unggul ditampilkan. Pada kesempatan itu Wamen juga mengunjungi visitor plot KABI. Wamen sempat mengutarakan ada yang menarik dari tanaman KABI yaitu kacang hijau. Beliau menuturkan bahwa ada yang terlewatkan dari kacang-kacangan yang dimaksud Wamen adalah kacang hijau. Wamen mangatakan tanaman kacang hijau sangat bagus, dan Gubernur Gorontalo berkelakar “ya pak kalau dikunjungi Wamen dan Gubernur pasti tanamannya baik-baik”, para pengunjungpun tertawa melihal kejadian tersebut. Disampaikan pula oleh Wamen bahwa tanaman tersebut agak terlewatkan, padahal potensi hasil biji cukup menjanjikan, umur hanya kurang dua bulan terutama varietas Vima-1, nah hal ini harus dikembangkan terutama pada areal kekurangan air. Selain itu, rombongan juga melihat tanaman kacang tanah dan ubi jalar, bahkan sempat bertanya kepada peneliti Balitkabi sebagai pemandunya (Ir. Abd. Taufik, MS) tentang kandungan warna ungu yang terdapat di ubijalar.

Ir Abdullah Taufiq, M,S., memberikan penjelasan kepada Wamentan gubernur Gorontalo di Visitor Plot Kabi di Limboto Prov Gorontalo (24/11/2012).

Tanggal 24 November visitor Kabi mendapat kunjungan peserta seminar dari berbagai negara, meskipun fokus mereka tentang jagung. Mereka tertarik terutama pada tanaman kacang-kacangan dan ubi jalar terutama ubi yang berwarna ungu. Bahkan salah satunya mencicipi ubi warna ungu, katanya tidak manis, memang kandungan antosianin tinggi menyebabkan rasa ubi ungu agak pahit.

Peserta asing tertarik berkunjung dan minta penjelasan akan aneka tanaman kacang dan umbi yang digelar Balitkabi di Limboto Prov Gorontalo.