Berita » Geliat Ubi Kayu menjadi Komoditas Strategis Nasional

Berawal dari FGD ubi kayu di ITB tanggal 14 Februari 2020 yang kala itu dihadiri oleh ITB, Balitkabi, BB Biogen, LIPI, Unpad, Unej, dan Direktur Inovasi Industri, Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristek-BRIN RI, yang menyepakati akan menggelar FGD dalam lingkup yang lebih besar, maka pada 11 Maret 2020 kembali diselenggarakan FGD ubi kayu.

Dengan tema “Peningkatan Produksi Ubi Kayu untuk Mendukung Industri Tapioka dan Mocaf” Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bekerjasama dengan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) dan International Centre for Tropical Agriculture (CIAT) menyelenggarakan Focus Group Discussion bertempat di Ruang Rapat PJK I Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang mempertemukan penggiat ubi kayu mulai dari peneliti/dosen, pengusaha, dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) dengan pihak Pemerintah.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah perwakilan dari Kementerian Pertanian termasuk Balitkabi dan BB Biogen, Kemenko Ekonomi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM dan Koperasi, LIPI, dan 11 perwakilan Pemerintah Daerah.

fgd fgd1
 Acara FGD dengan moderator H. Suharyo Husen (kiri) dan paparan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (kanan) (Sumber foto: Dr. Yuliantoro Baliadi)

Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang diwakili oleh Ir. Gatut Sumbogojati, M.M. selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan membuka sekaligus memberikan pengarahan dengan judul: “Kebijakan Pembangunan Ubi Kayu Nasional dalam Mendukung Industri Tapioka dan Mocaf “. Disampaikan jika ubi kayu merupakan komoditas pangan yang memiliki kontribusi penting bagi pertanian Indonesia. Tahun 2020 pemerintah mencanangkan program tiga kali ekspor termasuk komoditas ubi kayu. Di tahun 2020 ini pula, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berupaya untuk meningkatkan hasil ubi kayu dengan memberikan bantuan kepada petani berupa pupuk organik untuk lahan seluas 20.00 ha yang tersebar di 19 provinsi. Di akhir paparannya, Gatut mengharapkan dapat tercapai kesepakatan bersama untuk mendorong dan berkontribusi mengembangkan komoditas ubi kayu. Salah satunya melalui program yang telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo yaitu Konstra Tani atau Komando Strategis Pembangunan yang ada di tingkat kecamatan.
Beberapa topik menarik dipaparkan oleh para pakar singkong Indonesia yaitu : 1) Ironi di Negeri Singkong oleh Prof. Wani Hadi Utomo dari Universitas Brawijaya sekaligus Project Leader Kerjasama Balitkabi-Univ.Brawijaya-CIAT, 2) Pengembangan Ubi Kayu di Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur dengan Peningkatan Peran Para Pihak dalam “Value Chain” oleh Dr. Kartika Noerwijati dkk. (peneliti ubi kayu Balitkabi-Balitbangtan), 3) Peningkatan Produksi Mocaf dan Prospeknya Tahun 2020-2024 untuk Substitusi Impor Gandum 20% oleh Prof. Ahmad Subagyo dari Universitas Jember sekaligus DPN MSI, 4) Bioresources Ubi Kayu sebagai Bahan Baku Tapioka dan Mocaf dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional oleh Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, LIPI, 5) Strengthening Cassava Research Partnerships in Indonesia to Address Emerging Threats and Capitalise on New Opportunities” oleh Dr. Jonathan Newby, CIAT, 6) Standardisasi Tapioka dan Mocaf meningkatkan daya saing dalam perdagangan dalam dan luar negeri oleh Ir. Arifin Lembaga, DPN MSI/Penasehat, dan 7) Studi Kasus Pengolahan Mocaf dan Display Pangan Berbahan Baku Mocaf oleh Wawan Arum, Ayu Food, Tangsel.

fgd2 fgd3
Paparan oleh Dr. Kartika (kiri) dan suasana FGD (kanan) (Sumber foto: Dr. Yuliantoro Baliadi)

Bapak Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi berkesempatan hadir dalam acara FGD ini dan melakukan diskusi intensif dengan Prof. Ahmad Subagyo, pakar Mocaf dan penggiat ubi kayu dari Universitas Jember. Kepala Balitkabi berharap ke depan ada kerjasama kegiatan penelitian antara Balitkabi dengan Universitas Jember untuk memperjuangkan dan mengembangkan ubi kayu, mengingat ubi kayu memiliki potensi yang sangat luar biasa. Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi, Prof. Ahmad Subagyo, dan Dr. Kartika usai berdiskusi mengenai peluang kerjasama ubi kayu Balitkabi-Universitas Jember

Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi, Prof. Ahmad Subagyo, dan Dr. Kartika usai berdiskusi mengenai peluang kerjasama ubi kayu Balitkabi-Universitas Jember

Ubi kayu memiliki nilai ekonomi yang tinggi, seperti dikemukakan oleh Prof. Ahmad Subagyo bahwa nilai ekonomi ubi kayu dan produk turunannya dapat mencapai 100 triliun. Maka tidak salah jika Ketua MSI H. Suharyo Husen menyatakan ubi kayu harus bisa menjadi komoditas strategis nasional selain padi, jagung, dan kedelai.

KN