Berita » Green Nanotechnology: Angkat Nilai Guna dan Nilai Tambah Hasil Pertanian

Aplikasi nanoteknologi telah banyak berkembang baik di bidang pertanian, pangan, industri maupun farmasi dan kesehatan. Seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan dan dampaknya terhadap kesehatan, dikembangkan green nanotechnology yang berorientasi pada pemanfaatan dan sintesis material nanoteknologi dari bahan alami (daun, umbi, buah-buahan, dll) yang relatif tidak toksik dan aman bagi tubuh manusia.

Hal itu dikemukakan oleh Prof. Kattesh V. Katti PhD, Director of Institute of Green Nanotechnology, University of Missouri, USA pada seminar bulanan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian di Bogor tanggal 10 Agustus 2015.

Seminar dibuka oleh Dr. Ridwan Rahmat mewakili kepala BB Pascapanen dan dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta, termasuk Ir. Erliana Ginting MSc dari Balitkabi. Kegiatan riset Prof. Katti lebih difokuskan pada aplikasi nanoteknologi di bidang kesehatan (pharmaceutical) yang dimulai sejak tahun 1992 dengan menemukan material/ partikel nano untuk mendeteksi adanya tumor/ kanker pada otak (diagnostik).

Selanjutnya ditemukan bahwa partikel nano juga dapat digunakan sebagai agensia terapi kanker, di antaranya kanker tulang (1995), hati (1998) dan prostat (2005). Sejak tahun 2009 sampai saat ini Prof. Katti aktif melalukan riset green nanotechnology dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mengandung komponen bioaktif (phytochemical) untuk sintesis material nano dalam terapi kanker.

Beberapa bahan alami tersebut, antara lain gum Arabic dari pohon Acasia yang dapat membentuk struktur kompleks dengan AuCl4 (nano partikel emas) dan bila direaksikan dengan senyawa péptida dapat berfungsi sebagai agensia kemo untuk penyakit Wilson.

Demikian pula dengan anggur (mengandung resveratrol) yang direaksikan dengan zein (protein jagung) sebagai partikel nano dapat digunakan sebagai antikanker, antioksidan, antiperadangan dan pelindung jantung (cardio protector).

Contoh lainnya, adalah biji kedelai (mengadung isoflavon), kulit mangga (mangiferin), dan daun teh (epigallo cathechin gallate =EGCG) yang dikombinasikan dengan NaAuCl4 sebagai partikel nano untuk antitumor/antikanker.

Penggunaan partikel nano yang membawa komponen bioaktif dapat diarahkan untuk menyerang sel tumor/kanker (targeted tumor/cáncer cell), bukan sel yang normal sehingga dapat berfungsi sebagai pengendali pertumbuhan sel tumor/kanker. Namun semua penelitian ini memerlukan uji klinis (bioassay) untuk membuktikan keamanan partikel nano tersebut terhadap kesehatan.

Itulah sebabnya dalam penelitian green nanotechnology, kerjasama berbagai bidang ilmu diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan dijamin keamanannya. Prof. Katti menekankan bahwa masih banyak aspek green nanotechnology yang dapat diteliti, diantaranya komponen bioaktif dari sumber hayati yang beragam, pemanfaatan produk nanoteknologi sebagai agensia terapi penyakit, makanan atau supplemen makanan dan dosis yang tepat untuk tujuan pencegahan dan terapi (penyembuhan) penyakit tertentu.

Beliau menyatakan bahwa green nanotechnology merupakan jembatan untuk mengangkat nilai guna dan nilai tambah hasil pertanian dalam bidang farmasi/kesehatan dan berdampak signifikan pada bidang pengobatan/ medicine. Komoditas aneka kacang dan umbi yang mengandung berbagai komponen bioaktif alami tampak berpeluang untuk diteliti dan dimanfaatkan dalam aplikasi green nanotechnology.

Dr. Ir. Ridwan Rahmat MAgr menyampaikan sambutan dalam seminar bulanan BB Pascapanen Bogor dengan narasumber Prof. Kattesh V. Katti PhD, Director of Institute of Green Nanotechnology, University of Missouri, USA (kiri) dan memberikan kenang-kenangan berupa buku 400 Inovasi Balitbangtan di akhir seminar.

Dr. Ir. Ridwan Rahmat MAgr menyampaikan sambutan dalam seminar bulanan BB Pascapanen Bogor dengan narasumber Prof. Kattesh V. Katti PhD, Director of Institute of Green Nanotechnology, University of Missouri, USA (kiri) dan memberikan kenang-kenangan berupa buku 400 Inovasi Balitbangtan di akhir seminar.

Peserta seminar Green Nanotechnology di Aula BB Pascapanen Bogor.

Peserta seminar Green Nanotechnology di Aula BB Pascapanen Bogor.

EG