Berita » Gubernur Jatim Canangkan Pengembangan Kedelai di Jember

Gambar 1. Sambutan Gubernur Jawa Timur pada acara Pembukaan.

Dalam upaya mempertahankan kontribusinya sebagai penyangga pangan tertinggi di Indonesia, Provinsi Jawa Timur mencanangkan pengembangan kawasan kedelai dan padi di Kab Jember. Pencanangan ini disampaiakn Gubernur Jawa Timur Dr. H. Sukarwo pada Silaturahmai dengan Petani, Koperasi Wanita, dan Pos Daya untuk Peningkatan Daya Saing Produk serta Kesejahteraan Petani di Wilayah Bakorwil III di Gedung Serba Guna Jember, (22/7). Selain itu pada acara ini Gubernur menyampaikan kebijakan Provinsi Jawa Timur untuk menekan gejolak kenaikan harga dengan memasok beberapa komoditas beras, daging ayam, cabai, gula, bawang merah dan bawang putih di seluruh Jawa Timur dengan harapan sampai dengan 5 bulan mendatang harga komoditas tersebut di atas tidak banyak mengalami kenaikan harga yang tinggi. Gubernur juga menyerahkan kredit lunak kepada Koperasi Wanita, Pos Daya, bantuan traktor, hibah pada kelompok usaha, dana pengering tembakau, chopper untuk pembuatan bahan organik, serta hibah kepada beberapa kelompok usaha di bidang pertanian.

Setelah acara pencanangan, dilanjutkan diskusi Pengembangan Kawasan Kedelai di Kabupaten Jember tahun 2013. Pada kesempatan ini peneliti Balitkabi Dr. Suharsono sebagai pendamping SLPTT di Jawa Timur bersama Peneliti BPTP Jawa Timur, Peneliti Tembakau dari Balittas Malang telah diundang pada acara Silaturahmi tersebut. Diskusi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur.

Pada kesempatan Diskusi Pengembangan Kawasan Kedelai, Dr. Suharsono membahas berbagai masalah yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kedelai antara lain iklim/cuaca saat ini, spesifikasi lahan pengembangan, sumber dan ketersediaan benih unggul, cekaman biotik dan cara pengendaliannya serta kemauan petani bertanam kedelai dan pemasaran. Untuk mengatasi benih disarankan adanya penguatan kelompok tani untuk menjadi penangkar benih, spesifikasi agroekologi berkaitan dengan pemilihan varietas yang cocok, dan sistem pasar yang harus difasilitasi oleh Pemerintah. Permasalahan yang dihadapi petani adalah harga kedelai lebih murah sehingga cenderung beralih pada komoditas yang lebih tinggi hasil jualnya misalnya jagung.

Gambar 1.     Sambutan Gubernur Jawa Timur pada acara Pembukaan.

Gambar 2.     Kepala Dinas Pertanian Tanaman. Pangan Prov. Jatim Ir. Wibowo Ekoputro MMT membuka Diskusi Pengembangan Kawasan Kedelai di Gedung Serbaguna Jember (kiri). Suasana dan para peserta Diskusi Pengembangan Kawasan Kedelai di Jember (kanan).