Berita » Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H Lingkup Balitbangtan

“Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu”

Idul Fitri identik dengan momen untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga, atau lebih kita kenal dengan istilah Halal Bihalal. Keluarga Besar Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) mengadakan Halal Bihalal dan Silaturahmi dengan tema “Spirit Silaturahmi untuk Meningkatkan Core Values Bangsa Melayani Bangsa” pada hari Selasa, 10 Mei 2022 secara luring bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta dan secara daring. Dihadiri oleh Plt. Kepala Balitbangtan Prof. (R) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., Dr. Ir. Haryono, M.Sc., Ketua Dharma Wanita Persatuan Balitbangtan, Eselon 2 dan 3, Koordinator dan Sub Koordinator, serta seluruh ASN Balitbangtan.

Plt. Kepala Balitbangtan Prof. (R) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. menyampaikan arahan saat acara Halal Bihalal

Plt. Kepala Balitbangtan Prof. (R) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. menyampaikan arahan saat acara Halal Bihalal

Mengawali acara, dilantunkan ayat suci Al Qur’an surat Al Imran ayat 133-136, dan dilanjutkan arahan dari Plt. Kepala Balitbangtan. Djufry menuturkan bahwasanya kita semua haruslah bersyukur bisa menjalankan puasa secara penuh dan bertemu kembali di bulan Syawal. Pesantren Ramadhan sebulan penuh bisa kita lihat hasilnya dari akidah, ibadah, dan akhlak kita di bulan-bulan berikutnya. Warna warni cerita mudik ke berbagai daerah juga patut kita syukuri, euforia kebahagiaan bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman.

“Mudik di dunia saja persiapan kita luar biasa, tapi apakah kita sudah mempersiapkan mudik yang sebenarnya, di akhirat?”, tutur Djufry. Tentu bekal yang kita siapkan harus banyak, untuk menjemput surga Allah SWT.

Ustad Obay Sobari, S.Ag, MP.d, CT saat menyampaikan tausyiah

Ustad Obay Sobari, S.Ag, MP.d, CT saat menyampaikan tausyiah

Tausyiah disampaikan oleh Ustad Obay Sobari, S.Ag., MP.d, CT, salah satu Da’i terstandarisasi MUI Nasional dan merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Pemuda Masa Depan Kabupaten Bogor. Halal Bihalal merupakan tradisi yang hanya terjadi di Indonesia. Tradisi ini mulai berlangsung sekitar tahun 1940, dengan nama Liqo’ Syawal atau pertemuan di bulan Syawal oleh tokoh-tokoh penting pejuang kemerdekaan. Pertemuan ini tentu dicurigai oleh penjajah, maka dari itu Namanya diganti menjadi Halal Bihalal agar dinilai lebih familiar di telinga masyarakat.  Ruh dari Halal Bihalal merupakan silaturahmi, biasanya dilaksanakan dengan saling berjabat tangan antar satu sama lain dengan niat saling mengikhlaskan kesalahan masing-masing.

Sobari menyampaikan, salah satu kunci surga adalah memaafkan kesalahan orang lain. Untuk itu, ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan dianjurkan mengucapkan doa “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna” yang bermakna memohon ampunan kepada Allah SWT. ”Belum selesai tujuan kita ke surga sebelum Allah bersihkan hati kita, dari angkara murka, dendam, kesombongan”, tutur Sobari.

Dari sisi perjuangan kebangsaan, silaturahmi mengokohkan core value kita sebagai ASN untuk melayani bangsa dan negara sesuai bidang kita masing-masing. “Semoga semua hasil inovasi, teknologi, dan varietas yang Bapak/Ibu hasilkan memberikan manfaat bagi seluruh petani di Indonesia, sehingga segala pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas merupakan bentuk ibadah dari Bapak/Ibu ASN Kementerian Pertanian”, pungkas Sobari.

AA