Berita » Halalbihalal untuk Perkuat Silaturahmi, Bangun Kebersamaan, dan Tingkatkan Kinerja

dsc_9576

Masih dalam suasana merayakan Idul Fitri 1440 H, keluarga besar Balitkabi menyelenggarakan Halalbihalal di Aula Balitkabi pada 11 Juni 2019. Acara dihadiri Kepala Desa Kendalpayak, UPT Kementerian Pertanian lingkup Jawa Timur diantaranya Balittas, BPTP Jawa Timur, Balitjestro, Lolit Sapo, BBIB Singosari, Karantina Pertanian, BPP Songgoriti, Koordinator IP2TP lingkup Balitkabi, Ketua dan Pengurus DWP Balitkabi dan IP2TP lingkup Balitkabi, Purnatugas Balitkabi, serta karyawan-karyawati Balitkabi.

dsc_9520

Sambutan ketua panitia Halal Bihalal Balitkabi, Dr. Rudi Iswanto.

Dr. Rudi Iswanto sebagai ketua Panitia, menyampaikan dengan halalbihalal diharapkan masing-masing pribadi senantiasa menyadari jika sebagai manusia tentu tak luput berbuat khilaf, berupaya melapangkan dada, membuka hati dengan sabar dan ikhlas dengan ridho Allah SWT, meminta dan memberi maaf. Dengan halalbihalal diharapkan tercipta ukhuwah islamiyah, tergalangnya persaudaraan yang lebih akrab, yang dirangkai dalam tema “Kuatkan Silaturahmi, Bangun Kebersamaan, Tingkatkan Kinerja, Menuju Industri Pertanian 4.0”.

dsc_9530
Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi mengupas tema halalbihalal. Tema membangun kebersamaan melalui silaturahmi, adalah model yang cocok di Balitkabi, karena selama ini telah berkembang model diskusi, FGD serta sarasehan. Sebagai pimpinan harus bisa menjadi teladan, menghargai kontribusi sekecil apapun dari karyawan, jeli memantau ASN yang hanya mementingkan diri sendiri saja, memberikan penghargaan, namun juga terapkan punishment. Senantiasa meningkatkan kinerja institusi dalam bentuk disiplin, loyalitas, dalam bentuk pelayanan prima, membangun etos kerja, dan membangun kepribadian dengan cara : niatkan bekerja ikhlas, amanah, istiqomah, profesional dan qona’ah. Hal ini menjadi kunci dan modal penting dalam membangun kebersamaan. Keyakinan dalam bekerja bukan hanya memuliakan dirinya secara pribadi, tapi manifestasi nilai- nilai ibadah. Kebahagian dunia dan akhirat dapat dicapai dengan ilmu. Ilmu adalah cahaya penerang kehidupan manusia, sehingga jangan takut menuju industri pertanian 4.0.
Era peradaban teknologi digital dan teknologi konvensional kuncinya adalah mengelola manusia untuk menjalankan roda pembangunan khususnya bidang pertanian. Membangun iklim ilmu pengetahuan, menyadarkan dan memberikan kesadaran bahwa ilmu itu penting, jangan hanya pada tataran wacana harus kita eksekusi. Kita harus cerdik menyiapkan strategi pada era industri 4.0, hindarkan konflik internal untuk mencapai era tersebut. Jangan takut menghadapi era perubahan jaman, hadapi dengan kecerdasan. Langit dan bumi beredar pada jalurnya, serindu apapun langit tidak pernah turun menemui ke bumi, saat langit rindu bumi, Dia akan turunkan hujan. Itulah makna kesejukan. Jangan pernah meminta badai berhenti, karena dengan kesulitan akan tumbuh lebih kuat. “Mari jadikan halalbihalal ini sebagai langkah besar untuk mengabdi pada pertanian, bangsa, dan negara,” kata Yuliantoro menutup sambutannya

dsc_9512
Acara halalbihalal kali ini mengundang Ustad Abdullah Syam, M.Psi untuk menyampaikan mauidhoh hasanah. Di awal ceramahnya, Abdullah Syam menyampaikan jika saat ini banyak orang yang tidak lagi percaya pada sifat Ghoib Allah, untuk itu sebagai pribadi harus terus memperkuat keimanan, termasuk memperbanyak sedekah dan menyambungkan silaturahmi. Dengan bersilaturahmi maka antar pegawai, antar instansi, antar unit akan menumbuhkan daya kohesivitas (kekenyalan), sehingga suatu instansi akan memililki kekenyalan tinggi meskipun terkena hantaman peraturan maupun budaya. Instansi tumbuh kenyal karena sense of belonging, rasa memiliki, rasa handarbeni, oleh seluruh karyawan karena masing-masing pribadi menyadari jika di instansi ini, di negara ini, tempat mengabdi, tempat mendapatkan nafkah, sehingga akan terwujud Balitkabi yang besar dan mampu bersaing, memasuki revolusi pertanian 4.0. Balitkabi jangan terjebak oleh era industry 4.0 tetapi dapat harus mampu membuat terobosan yang tidak terpikirkan oleh instansi atau negara lain untuk memajukan pertanian.
Silaturahmi yang berkualitas terjadi jika manusia memiliki kesadaran sosial yang tinggi misalnya bersedekah dalam suasana apapun terlebih saat lebaran sangat dianjurkan. Ciri-ciri lain orang yang ibadahnya diterima Allah adalah jika berbicara baik, santun dan tidak berbohong. Misalnya jika kita seorang peneliti maka harus memiliki kemampuan mengungkap suatu permasalahan dengan prediksi yang jauh ke depan. Terakhir adalah senantiasa menyebarkan keselamatan. Saat ini telah terjadi perubahan budaya oral menuju budaya tulis, buat tulisan produktif, temuan layak dipublikasikan, disebarkan lewat medsos, jangan membuat berita palsu/hoax yang berdampak buruk pada bangsa dan negara, tetapi sajikan informasi, berita, hasil penelitian yang benar untuk mewujudkan industri pertanian 4.0.

dsc_9589
RDP/BSK