Berita » Harga, Kendala Pengembangan Kedelai di Tingkat Petani

1-ked-4

Kelompok Tani di desa Krajan Wetan, Paleran kecamatan Umbulsari Jember mampu memroduksi kedelai  2-2,2 ton/ha, namun terkendala oleh harga yang tidak menarik. Demikian dinyatakan oleh Slamet Riyadi Ketua Kelompok Tani Desa Krajan Wetan, Paleran Umbulsari Jember saat kunjungan Pendamping SLPTT Jatim Dr. Suharsono MS tanggal 2 Agustus 2012. Pernyataan ini menampakan pesimisme petani untuk mengembangkan usahatani kedelai. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa harga kedelai masih rendah, sekitar Rp. 6.500 bahkan pada saat panen raya makin rendah sementara sistem pemasaran tergantung pada tengkulak. Petani mengusulkan tersedianya subsidi pascapanen dan sistem pemasaran yang lebih baik. Dengan fakta ini dikhawatirkan para petani berubah untuk tanam komoditas yang lebih menguntungkan, misalnya jagung, kacang panjang, cabai dsb. Gabungan Kelompok tani ini terdiri dari 15 kelompok dengan areal sekitar 600 ha yang berpangairan teknis. Pola tanam yang biasa dilakukan di desa ini adalah  padi-padi-kedelai atau tanaman hortikultura/jagung.

SLPTT kedelai  desa Krajan Wetan, Paleran Jember tahun ini dilakukan oleh Ketua Kelompok Slamet Riyadi dengan menanam lima varietas kedelai dari Balitkabi, yaitu  Argomulyo, Anjasmoro, Kaba, Burangrang, dan Grobogan  seluas hampir 0,5 ha yang ditanam pada awal bulan Juli 2012. Tanaman bekas padi, keadaan gulma ringan karena tertutup hamparan jerami. Tanaman mengikuti jajar legowo, tanpa olah tanah, pada lahan bekas tanaman padi dengan pola padi-padi-kedelai. Serangan hama terutama hama pemakan daun hampir tidak ada. Saat kunjungan didampingi petugas dari BPTP Ir. Iwan, dan Ketua Kelompok Tani Slamet Riyadi.

Karena harga yang tidak kompetitif dengan tanaman jagung atau hortikultura sebagian anggota kelompok beralih kekomoditas lain seperti cabai, kacang panjang.


Petugas PL 2 Ir. Iwan (kiri), Ketua Kelompok Tani Slamet Riyadi (tengah), dan Dr. Yusmani  (kanan)

Pertanaman kacang panjang di sekitar lokasi SLPTT dari sebagian kelompok tani