Berita ยป Diseminasi Partisipatif di Hari Lapang Tani Ubi Kayu di Pandansari

6-ubikayu-jabung

Senin, 29 Desember 2014, Dr. Nasir Saleh beserta Ir. Budi Santoso Rajid MS telah menghadiri acara Farmer field day (FFD) atau Hari Lapang Tani yang diselenggarakan di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. FFD yang merupakan kegiatan Fasilitasi Pengembangan Komoditas Aneka Kacang dan umbi (Ubi kayu) dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, dilakukan oleh Kelompok Tani Dewi Sri I meliputi area seluas dua hektar. Kegiatan diikuti oleh lebih kurang 50 peserta dari Kelompok Tani, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, UPT Pemeriksa dan Sertifikasi Benih TPH Jawa Timur, UPT Proteksi TP Provinsi Jawa Timur dan Penyuluh Pertanian serta Pengamat Hama.Dalam kesempatan tersebut Dr. Nasir Saleh mengapresiasi teknologi produksi yang telah diterapkan petani (termasuk penggunaan pupuk organik) sehingga mencapai hasil ubi kayu yang tinggi. Diinformasikan bahwa tanaman ubi kayu merupakan komoditas masa depan sebagai bahan pangan, pakan maupun industri dan biofuel, sehingga dipastikan kebutuhan ubi kayu akan terus meningkat. Di tanah yang subur, solum tanah dalam, dan pengelolaan/pemupukan yang tinggi, hasil ubi kayu dapat mencapai lebih dari 150 t/ha. Pendapat bahwa ubi kayu merupakan tanaman yang menguras dan menguruskan tanah adalah tidak sepenuhnya benar, karena mengusahakan tanaman apa pun, apabila hanya diambil hasilnya tanpa dilakukan pemupukan pasti tanahnya akan menjadi kurus/tidak subur.Disampaikan juga bahwa Badan Litbang Pertanian mempunyai beberapa varietas unggul dengan berbagai karakter yang sesuai untuk pangan maupun industri. Juga diingatkan bahwa ubi yang sudah dipanen tidak dapat disimpan lama. Oleh karena itu untuk mengantisipasi turunnya harga ubi kayu akibat kelebihan produksi dan kerusakan umbi disarankan untuk mengembangkan produk-produk antara yang lebih awet disimpan dan mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi. Balitkabi sebagai institusi penelitian Pemerintah siap membantu dalam bentuk penyediaan teknologi (termasuk varietas, teknologi produksi, penanganan pascapanen, serta pengembangan produk berbasis ubi kayu).

Berdasarkan hasil panen contoh FFD ini, ubi kayu varietas Gadjah yang dipanen pada umur 12 bulan mampu mencapai 20-40 kg/batang. Dengan populasi sekitar 3.800 tan/ha dan rata-rata hasil 30 kg/tan, diperkirakan hasil mencapai 114 t/ha. Dengan harga umbi Rp1300-1.500/kg, maka usaha tani ubi kayu sangat prospektif untuk dikembangkan di Pandansari yang mempunyai area pertanaman ubi kayu 450 ha. Untuk pengembangan lebih lanjut kerjasama dengan Dinas Kehutanan dapat dibangun dengan memanfaatkan areal hutan dengan sistem tumpangsari.NS/AW