Berita » Hilirisasi Kedelai Hitam di Pandaan

Bimtek kedelai hitam di Pandaan, Pasuruan

Bimtek kedelai hitam di Pandaan, Pasuruan

Hingga saat ini pemerintah Indonesia masih mengandalkan impor dalam memenuhi kebutuhan kedelai skala nasional. Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk berakibat pada semakin meningkatnya kebutuhan kedelai dan semakin tingginya ketergantungan kedelai impor. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan upaya peningkatan produksi kedelai dengan kembali mengoptimalkan potensi sejumlah lokasi sentra produksi kedelai. Peluang peningkatan produktivitas kedelai masih cukup besar, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas kedelai dapat mencapai > 3,5 t/ha. Nilai tersebut 2,3 kali lipat lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata produktivitas kedalai nasional yang hanya berkisar pada angka 1,5 t/ha.

Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) sebagai UPT yang mengemban tupoksi terkait, menginisiasi program pendampingan dan bimbingan teknis budidaya kedelai di sejumlah lokasi sentra produksi kedelai melalui pengembangan teknologi dan VUB kedelai biji hitam. Agenda tersebut sekaligus merupakan wujud nyata kontribusi Kementerian Pertanian dalam progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam situasi pandemi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pembatas peningkatan produktivitas kedelai pada daerah sentra pengembangan, melakukan pengembangan teknologi budidaya kedelai untuk mencapai produktivitas mendekati potensinya, serta mendiseminasikan inovasi  teknologi  budidaya kedelai hitam yang sesuai untuk skala industri.

Sebagai salah satu sentra produksi kedelai sejak tahun 1990an, Dusun Lemaris, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan dipilih sebagai lokasi kegiatan pengembangan kedelai hitam. Bersinergi dengan Dinas Pertanian setempat dan perusahaan kecap “Kipas Sate” sebagai pihak ketiga, Balitkabi telah menyusun MoU untuk memfasilitasi petani dalam menjual hasil panen kedelainya. Pendampingan teknologi budidaya kedelai terhadap petani  perlu dilakukan, mengingat pola tanam yang diterapkan hingga saat ini (padi-padi-palawija) cukup intensif yang berpotensi pada munculnya permasalahan hama dan penyakit (HPT) dan kendala lainnya. Komponen produksi kedelai yang terpenting adalah penggunaan varietas unggul dan bermutu, ketersediaan air (pengairan), pemupukan, pengendalian HPT dan pengendalian gulma, serta pembuatan drainase.

Sehubungan dengan pendampingan tersebut, Balitkabi telah mengagendakan bimbingan teknis budidaya kedelai hitam dan pengenalan hama penyakit serta teknik pengendaliannya. Bimtek dilaksanakan pada hari Selasa (29 Juni 2021), bertempat di Desa Kebonwaris yang dihadiri lebih dari 90 peserta (petani, BPP, Dinas Pertanian Kecamatan Pandaan, POPT, perusahaan kecap “Kipas Sate”, dan pemerintah desa beserta jajarannya). Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Bidang Tanaman Pangan (Dinas Pertanian), dilanjutkan dengan penjelasan dari Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu, S.P., M.P., selaku penanggungjawab kegiatan terkait maksud dan tujuan kegiatan tersebut. Materi bimtek disampaikan oleh Dr. Heru Kuswantoro, MP. yang mengulas tentang “Pengenalan Varietas dan Teknik Budidaya Kedelai Hitam” dan dilanjutkan dengan pemaparan kedua mengenai “Hama Penyakit Kedelai dan Pengendaliannya” oleh Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc. Peserta cukup antusias dalam menyambut kegiatan ini dengan banyaknya pertanyaan terkait teknis pelaksanaan dan penanganan hama penyakit. Pihak Dinas Pertanian setempat juga sangat mendukung kegiatan ini dan akan selalu bekerjasama dalam pelaksanaannya. Bimbingan teknis ini diharapkan dapat menjadi titik awal yang baik dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi kedelai yang diikuti  harga jual yang lebih baik.

NAH

pandaan1 pandaan2
Narasumber Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc (kiri) dan Dr. Heru Kuswantoro, MP (kanan)

pandaan3

Peserta bimtek kedelai hitam