Berita » Hilirisasi Kedelai Hitam di Pasuruan

berita-210909-hilirisasidetam-c

Pak Sukarto, ketua Kelompok Tani (Poktan) Sidodadi, di Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, telah menanam varietas kedelai Wilis lebih dari 20 tahun. Baru kali ini mengenal varietas kedelai hitam dan sekaligus menanamnya. Balitbangtan melalui Balitkabi pada musim tanam Juli – November 2021 ini, memang melakukan kegiatan hilirisasi kedelai hitam, bekerjasama dengan Poktan Sidodadi.

Tiga varietas kedelai hitam yang diperkenalkan adalah Detam 1, Detam 2, dan Detam 4. Penanaman dilakukan mulai pertengahan Juli 2021, di lahan sawah setelah tanaman padi. Keragaan tanaman relatif cukup bagus. Memang di lokasi pengembangan, petani sudah terbiasa menanam kedelai, dengan menggunakan varietas Wilis. Petani berkelakar, “Di daerah sini, mati urip menanam kedelai”.

Petani memberikan penilaian terhadap varietas kedelai hitam yang baru pertama kali ditanamnya. Penuturannya, varietas kedelai Detam, tahan terhadap lahan yang becek, dibuktikan dari beberapa petani yang setelah tanam, meskipun setelah hujan lebat, ternyata benih bisa tumbuh. Ukuran polong dari varietas Detam lebih besar dibandingkan Wilis, demikian juga jarak antar bukunya lebih lebar daripada Wilis, serta tanaman cenderung tinggi, dan kondisi ini ditakutkan oleh petani menjadi roboh.

Pak Karto, petani kedelai varietas Detam 1

Pak Karto, petani kedelai varietas Detam 1

Pengamatan petani cukup jeli juga, diperkirakan varietas Detam membutuhkan air lebih banyak, minimal butuh diairi tiga kali, sambil berseloroh, jika pengairan mleset karena tidak ada air, bisa nggeblak (hasil biji bisa berkurang). Rata-rata petani telah mengairi pertanaman kedelainya sebanyak dua kali. Yang diluar perkiraan, dari kejelian pengamatan petani, ternyata Detam batangnya gampang pokak, istilah petani untuk menggambarkan pangkal batang tanaman mudah patah. Karenanya, walaupun tanaman rebah, tetap dibiarkan dan tidak diberdirikan karena takut menjadi patah.

Keragaan varietas kedelai hitam di Kebonwaris, Pandaan, Pasuruan - Jawa Timur

Keragaan varietas kedelai hitam di Kebonwaris, Pandaan, Pasuruan – Jawa Timur

Ketika Pak Karto ditanya, manakah yang lebih tinggi hasil biji antara Wilis dan Detam, dijawabnya bahwa patokannya pada luas lahan 0,6 ha, hasil bijinya 14,5 kuintal, karena hasil itu yang beberapa kali diperolehnya ketika menanam Wilis.

MMA/RDP