Berita ยป Himpenindo Jatim Inventarisasi Inotek Siap Komersialisasi di Balitkabi

Kepala Balitkabi (kiri) saat menerima kunjungan Himpenindo Jatim

Kepala Balitkabi (kiri) saat menerima kunjungan Himpenindo Jatim

Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Jawa Timur telah resmi berdiri beberapa waktu yang lalu. Hingga saat ini, anggotanya telah berjumlah 300 orang peneliti dari 23 UK/UPT dengan berbagai bidang ilmu. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pembahasan program kerja pada setiap bidang hingga melakukan komunikasi dengan Gubernur Jatim selaku Dewan Pembina Himpenindo. Sebagai upaya fokus dalam memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Himpenindo Jawa Timur melakukan inventarisasi inovasi teknologi siap komersialisasi yang ada di Provinsi Jawa Timur. Pada hari Rabu, 9 Juni 2021, pengurus Himpenindo Jatim, dipimpin oleh Ketuanya, Dr. Ir. Anang Triwiratno, MP., mengunjungi Balitkabi untuk bersilaturahmi sekaligus menghimpun informasi terkait inovasi teknologi aneka kacang dan umbi yang siap dikomersialisasi. Mendampingi Dr. Anang, hadir juga wakil ketua II, Dr. Ir. Abdul Hamid, M.P., Dr. Ir. Herrukmi Septarinawati, M.M (bendahara), Dr. Tri Weda Raharjo, M.Si. (sekretaris), dan Kristian Buditiawan, S.T. (wakil sekretaris). Rombongan pengurus Himpenindo Jatim diterima oleh Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. bersama dengan pengurus Himpenindo Jatim yang ada di Balitkabi, diantaranya Prof. I Made Jana Mejaya (Dewan Pakar), Dr. AA Rahmianna (Bidang Organisasi dan Keanggotaan), Dr. Alfi Inayati (Bidang Komunikasi, Diseminasi, dan Publikasi), dan para Ketua Kelompok Peneliti.

Ketua Himpenindo Jawa Timur menyampaikan arahan Gubernur Jatim, diantaranya Himpenindo Jatim hendaknya dapat menunjukkan hasil inotek yang dapat menonjolkan ciri khas dan keunggulan Jawa Timur, namun yang tidak terlalu dasar, tetapi yang dapat dengan cepat diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat serta siap dikomersialisasi. Dicontohkan, pisang Srimulyo yang dijadikan produk unggulan yang diidentikkan dengan pisang dari Jawa Timur. Diharapkan Balitkabi juga dapat menunjukkan hasil-hasil teknologinya yang potensial untuk dihilirisasi dan dikomersialisasikan menjadi produk unggulan Jatim.

Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., menyampaikan bahwa sudah cukup banyak hasil-hasil penelitian dan teknologi yang dihasilkan oleh peneliti Balitkabi. Balitkabi telah menghasilkan berbagai inotek aneka kacang dan umbi, dimulai dari lebih 100 varietas unggul akabi, teknologi budidaya spesifik lokasi, teknologi pengendalian hama dan penyakit dengan bio-pestisida dan bio-fungisida, teknologi pengolahan hasil, dan didukung oleh studi kelayakan secara sosial ekonomi. Diterangkan juga mandat Balitkabi adalah komoditas aneka kacang dan umbi termasuk porang yang saat ini sudah menjadi super komoditas yang diprioritaskan oleh Kementerian Pertanian. Lebih lanjut Kepala Balitkabi juga menyampaikan bahwa hilirisasi teknologi memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak, dan diharapkan Himpenindo dapat berperan aktif menjembatani inovasi teknologi dengan penggunanya. Kolaborasi antar lembaga dan kepakaran dari peneliti-peneliti yang terhimpun dalam Himpenindo Jatim juga diperlukan untuk bersama-sama memperjuangkan HKM (Hasil Kerja Minimal) yang semakin sulit.

Dari pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Balitkabi yang dilengkapi dengan informasi hasil-hasil inovasi unggulan Balitkabi yang sudah mendapatkan paten, terdapat beberapa inotek yang menarik untuk diusulkan untuk dikembangkan bersama Himpenindo Jatim bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jatim, diantaranya kacang hijau, kedelai hitam, dan hasil olahan tiwul instan. Acara hari ini diakhiri dengan kunjungan ke UPBS Balitkabi untuk melihat proses produksi benih sumber aneka kacang dan umbi yang dihasilkan Balitkabi.

AI

Pengurus Himpenindo Jatim dan peneliti Balitkabi

Pengurus Himpenindo Jatim dan peneliti Balitkabi

himperindo2

Pemaparan hasil inotek Balitkabi dihadapan pengurus Himpenindo Jatim di aula Balitkabi

himperindo

Pengurus Himpenindo mengunjungi UPBS Balitkabi