Berita » Ibu Bergerak Pasar Prokabi Semarak

Pasar Prokabi di Balitkabi hadir setiap dua minggu sekali di hari Jum’at pagi

Pasar Prokabi di Balitkabi hadir setiap dua minggu sekali di hari Jum’at pagi

Ibu-ibu selalu punya seribu jurus mengatasi kesulitan, terutama di saat pandemi Covid-19 sperti saat ini. Hal inilah yang menjadi faktor pendorong utama barisan ibu-ibu untuk berkarya lebih kreatif dan berdaya saing. Di tengah kondisi pandemi yang menyebabkan daya beli menurun, PHK dimana-mana, dan sederet kesulitan yang menyertainya, maka barisan ibu-ibu tampil membantu penyelamatan ekonomi keluarga. Meminjam komentar Bu Tejo, bahwa memang seharusnya ibu-ibu itu solutif, selalu bergerak di sela-sela krisis. ‘Bukankah ketika atmosfir kian menipis, bukan berarti telah habis’.

Berangkat dari kondisi tersebut, Balitkabi ikut hadir menawarkan solusi. Balitkabi mewadahi pemasaran produk pertanian maupun non pertanian dengan menyelenggarakan pasar murah secara internal. Ibu-ibu karyawati maupun Dharma Wanita yang menjadi motor penggeraknya. Prokabi demikian nama pasar itu, pasar yang digelar pada hari Jum’at setiap 2 minggu sekali bertempat di tempat parkir halaman belakang kantor Balitkabi. Prokabi, di dalamnya dijual aneka sayur segar dari lahan pekarangan, produk perikanan, beberapa hasil olahan pangan aneka kacang dan umbi maupun menggandeng UMKM perajin daerah. Penerapan protokol kesehatan baik penjual maupun pembeli yang notabene warga Balitkabi terus diingatkan pada kegiatan ini.

Wahana jual beli sekaligus hiburan terlihat di pasar Prokabi, tawa ceria dan senyum sapa pembeli dan pengunjung menghiasi aneka transaksi. Meskipun dalam durasi hanya dua jam, tidak menghilangkan antusiasme para peserta. Memang sudah takdirnya jika kaum hawa menyukai kegiatan berbelanja, meskipun sebagian orang menganggap hal tersebut negatif, tetapi tidak dipungkiri dengan berbelanja dapat berkontribusi terhadap perputaran roda ekonomi setempat.

Dari pantauan di lokasi, pengunjung maupun penjual memang didominasi oleh kaum wanita baik dari karyawati, IP2TP maupun Dharma Wanita Persatuan Balitkabi. Apalagi harga yang ditawarkan tergolong murah, tak ayal menjadi magnet bagi kaum hawa untuk membeli aneka olahan pangan lokal termasuk berbasis komoditas akabi (aneka kacang dan umbi), maupun beragam kerajinan khas daerah. Namun, demikian dijumpai juga beberapa bapak-bapak asyik berbelanja dan memborong aneka olahan maupun sayuran segar. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara untuk memperluas jangkauan pasarnya.

prokabi1 prokabi2
prokabi4 prokabi5
Suasana jual beli di ‘ Pasar Prokabi’ di Balitkabi

Sampai saat ini, bazar maupun pameran merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran yang cukup efektif untuk menjaring konsumen. Pasar ‘Prokabi’ dapat menjadi ajang untuk memasarkan hasil pemanfaatan lahan pekarangan untuk bertanam komoditas hortikultura umur pendek, perikanan maupun peternakan, produk olahan pangan bahkan kerajinan tangan. Pasar Prokabi setidaknya menerapkan tiga prinsip solutif di tengah krisis : pertama menggunakan kekuatan konsumsi, kedua, membangun ekonomi berbasis komunitas, dan ketiga adalah memanfaatkan revolusi digital misalnya penggunaan media sosial dalam bertransaksi.

Akhirnya pandemi bukan lagi menjadi penghalang perputaran roda ekonomi, justru di saat krisis inilah terlahir aneka kreativitas yang inovatif. Sukses dan terus maju Prokabi.
ELY