Berita ยป Intensifkan Kedelai Toleran Naungan

titik_nungan

Pada waktu-waktu mendatang, kedelai toleran naungan semakin dibutuhkan, karena lahan bernaungan tersebut tersebar luas di areal yang luas tersebar di aneka perkebunan di seluruh Nusantara. Saat ini pun sesungguhnya potensi lahan bernaungan sangat luas. Semakin menyempitnya lahan subur untuk perluasan areal kedelai, maka areal di bawah tegakan tanaman perkebunan dan tanaman hutanmenjadi pilihan penting untuk digarap untuk kedelai. Karena selain produksi bijinya, tanaman kedelai menambah kesuburan tanah akibat kerja bintil akar mengikat N dari udara. Bintil akar kedelai teringgal di dalam tanah.

Balitkabi sudah menghasilkan galur-galur untuk disiapkan menjadi varietas unggul toleran naungan. Intensifikasi perakitan dan uji calon varietas toleran naungan ini, kini terus digiatkan di Balitkabi.Galur kedelai seleksi populasi F3 kedelai toleran naungan kini sedang ditanam di KP Kendalpayak pada lingkungan di bawah naungan buatan 50%.Pertumbuhan populasi F3 menunjukkan keragaman pada tinggi tanaman, umur berbunga, warna bunga, bentuk daun, dan warna bulu. Berdasarkan observasi Dr Titik Sundari, pemulianya, kondisi pertanaman populasi F3 dikelompokkan menjadi 3, yaitu: kelompok yang sudah berpolong, berbunga, dan belum berbunga. Berdasarkan warna bunganya, terdapat dua kelompok yaitu berbunga putih dan ungu. Berdasarkan bentuk daun dikelompokkan menjadi tiga, yaitu lancip, segitiga, dan oval. Dari pertumbuhannya galur-galur tersebut ternyata ada yang determinit dan indeterminit.

Pada musim hujan seperti sekarang ini, pertanaman F3 juga mengalami gejala serangan penyakit downy mildew. Penyakit ini memang selalu hadir pada pertanaman kedelai yang ditanam di bawah naungan buatan, terutama pada musim hujan.

Dr TS/AW