Berita » IP2TP Kendalpayak Optimalkan Pematang untuk Budi Daya Sayuran dan Akabi

Pematang sawah merupakan pembatas petakan sawah yang sangat sempit yang ukurannya sekitar 35-45 cm pada bagian permukaan atasnya, sedangkan panjangnya mengikuti alur petakan sawah yang melintang sepanjang arah kemiringan lahan.

Selama ini, pematang hanya dimanfaatkan sebagai pembatas kepemilikan lahan atau sebagai jalan untuk mempermudah pengangkutan saprodi pertanian. Sesungguhnya pematang mempunyai potensi untuk dioptimalkan fungsinya terutama sebagai media budi daya berbagai komoditi yang memiliki tajuk sempit dan pendek serta berumur musiman. Melihat potensi tersebut, IP2TP Kendalpayak berinisiasi mengoptimalkan pemanfaatan pematang untuk budi daya tanaman sayuran. Sayuran yang dibudidayakan pada pematang adalah tomat, cabai besar, bunga kol, kangkung, sawi, dan pakcoy.

Keragaan tanaman sayuran tumbuh subur menghiasi pematang dan tepi jalan

Keragaan tanaman sayuran tumbuh subur menghiasi pematang dan tepi jalan

Menurut Koordinator IP2TP Kendalpayak, Sagitarius Bambang Ermawan, manfaat pematang sawah untuk budi daya tanaman sayuran antara lain: (1) resapan air irigasi dan pupuk yang larut dan tercuci yang tidak sempat diabsorpsi akar tanaman yang menempel pada dinding pematang dapat dimanfaatkan oleh tanaman yang dibudidayakan di pematang tersebut, (2) dapat menekan tumbuhnya berbagai rumput yang merupakan tempat  berlindungnya berbagai hama di pematang, (3) fungsi lahan menjadi optimal dan produktif, (4) memperindah pematang, juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan atau pendapatan.

Tanaman akabi sebagai salah satu wahana diseminasi di IP2TP Kendalpayak

Tanaman akabi sebagai salah satu wahana diseminasi di IP2TP Kendalpayak

Selain melakukan optimalisasi pematang, IP2TP Kendalpayak juga mengoptimalkan tepian jalan untuk budi daya tanaman aneka kacang dan umbi (akabi) berupa kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan talas beneng. Selain berfungsi memperindah penampilan tepian jalan, tanaman yang dibudidayakan juga dapat difungsikan sebagai sarana diseminasi tanaman akabi.

Untuk mengurangi resiko serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan pergiliran tanaman. Setelah tanaman aneka kacang dipanen, dilakukan pergiliran tanaman berupa budi daya tanaman sayuran. Begitu pun sebaliknya setelah sayuran dipanen dilakukan pergiliran tanaman aneka kacang. Fungsi lain dari pergiliran tanaman menggunakan tanaman kacang-kacangan adalah untuk menambah kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan tanaman kacang-kacangan mampu menghasilkan bintil akar yang mampu menambat nitrogen dari dalam tanah. Keuntungan lainnya adalah pengurangan pada penggunaan pupuk anorganik.

Hasil panen tanaman sayuran digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari karyawan-karyawati IP2TP Kendalpayak. Jika hasil panen berlebih, dibagikan pada masyarakat sekitar IP2TP. Hasil panen tanaman aneka kacang dan umbi lebih digunakan untuk perbanyakan varietas unggul baru sebagai bahan diseminasi.

SBE