Berita » IP2TP Kendalpayak Rintis Budi Daya Talas Beneng

Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Kendalpayak-Balitkabi giat melakukan pengembangan budi daya aneka umbi potensial, salah satunya adalah talas beneng (Xanthosoma undipes K.Koch). Talas ini berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dikenal dengan nama talas beneng yang berarti besar dan koneng (warna kuning), di tempat aslinya talas ini tumbuh liar di lereng gunung.

Anakan talas beneng mulai muncul yang nantinya akan digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman

Anakan talas beneng mulai muncul yang nantinya akan digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman

Batangnya besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil (kimpul), sehingga umbi dan batangnya bisa dimanfaatkan, bahkan sekarang daunnya menjadi pengganti tembakau.

Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, Bambang Sri Koentjoro, M.Kom., menyampaikan bahwa diseminasi dan pengembangan talas beneng, dimulai dari IP2TP Kendalpayak, yang selanjutnya akan dikembangkan juga pada seluruh IP2TP lingkup Balitkabi.

Hal ini dilakukan karena permintaan komoditas ini sangat tinggi, disamping juga yang membudidayakannya masih terbatas. Koordinator IP2TP Kendalpayak, Sagitarius Bambang Ermawan, inisiasi budi daya talas beneng dilakukan di lahan seluas 1.562 m2. Kegiatan awal yang dilakukan adalah perbanyakan benih, untuk dikembangkan pada areal yang lebih luas.

Dikutip dari beberapa sumber, peluang ekspor tanaman umbi ini masih terbuka lebar terutama untuk ekspor ke Australia, Belanda, India, dan Turki. Saat ini, negara Australia membutuhkan daun talas beneng dalam jumlah yang sangat besar. Tercatat sejak tahun 2019 talas beneng sudah mulai diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Segudang manfaat dari talas beneng dapat diperoleh mulai dari umbi, batang, dan daun. Setelah berumur dua tahun, umbi dapat dipanen dan digunakan sebagai sumber pangan dengan kandungan protein 8,77%; kadar pati 6,97%; kadar abu 8,53%; lemak 0,46% dan kadar air 84,65%.

Batang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pakan ternak. Daun dengan kandungan zero nikotin dapat digunakan menjadi bahan baku rokok herbal.

Talas beneng termasuk dalam famili Araceae, tumbuh optimal pada suhu 27-30o C dan kelembaban 50-60%. Kontur tanah datar hingga bergelombang serta tekstur tanah liat dan berpasir dengan kandungan bahan organik yang tinggi merupakan salah satu syarat tumbuh yang dikehendaki tanaman ini.

Hamparan pertanaman talas beneng tumbuh subur di lahan IP2TP Kendalpayak-Balitkabi

Hamparan pertanaman talas beneng tumbuh subur di lahan IP2TP Kendalpayak-Balitkabi

Pada umumnya, jarak tanam talas beneng adalah 70 cm × 70 cm, atau 75 cm × 75 cm, atau 50 cm × 70 cm, tergantung kondisi musim dan kesuburan tanah. Ketika musim penghujan sebaiknya digunakan jarak tanam lebar, supaya tingkat kelembapan tidak terlalu tinggi, upaya mengurangi risiko serangan penyakit.

Sebaliknya jika musim kemarau, jarak antar lubang tanam lebih rapat agar kelembapan lebih terjaga. Waktu yang paling tepat untuk budi daya tanaman ini pada awal musim penghujan.

Semoga talas beneng di IP2TP Kendalpayak tumbuh baik dan memberikan manfaat.

SBE