Berita ยป IP2TP Ngale Bekerja Sama dengan CDK Madiun Melakukan Penanaman Pohon Sengon

IP2TP Ngale sebagai salah satu aset Balitkabi memiliki lahan seluas 48,12 ha dan sebagian lahannya (20,4 ha) merupakan lahan tidak produktif terdiri dari area Magersari (8,6 ha) dan lahan kering (11,8 ha). Mengikuti arahan Plt. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., agar mengoptimalkan lahan tidak produktif. Maka IP2TP Ngale bekerjasama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, 3 Desember 2021, melakukan penanaman bibit sengon sebanyak 250 bibit.

berita-21126-penanamanpohon-a

Tujuan dari penanaman bersama ini adalah untuk konservasi sumber air jangka panjang di IP2TP Ngale, disamping menjaga kelestarian lingkungan melalui penyediaan oksigen yang berlimpah untuk mendukung kehidupan fauna sekitar.

Momen ini juga terkait dengan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 28 November, dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN). Manfaat lain kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada para masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus mendiseminasikan keberadaan IP2TP Ngale, Balitkabi.

Kegiatan melibatkan sekitar 75 peserta yang terdiri dari petani penggarap, mahasiswa magang (Universitas Soerjo Ngawi dan Universitas Muria Kudus) serta karyawan/karyawati IP2TP Ngale. Kepala Desa Ngale dan Camat Paron serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) berkenan hadir mendukung gerakan penanaman ini.

berita-21126-penanamanpohon-b

Area yang menjadi lokasi penanaman merupakan lahan kosong yang tidak teroptimalkan selama ini. Kisaran luas lahan mencapai lebih dari 1 ha dan berdampingan dengan embung. Bibit yang ditanam adalah sengon (Paraserianthes falcataria) yang merupakan anggota dari famili Fabaceae.

Alasan dipilihnya sengon dalam kegiatan ini karena termasuk spesies yang tumbuh sangat cepat (fast growing species). Bahkan sengon juga memiliki banyak nodul pada akarnya yang membantu meningkatkan porositas tanah dan penyedia nitrogen pada tanah di sekitarnya.

Keberadaan tanaman sengon secara langsung akan berdampak pada peningkatan kesuburan tanah sekitarnya, dan dapat ditanami palawija sebagai tanaman penyela. Pohon ini juga dapat tumbuh dengan ketinggian maksimal mencapai kisaran 40 meter dengan diameter batang kurang lebih 100 cm.

Kelebihan lain terkait karakter kayu sengon adalah relatif lurus dan mudah dikeringkan, sehingga banyak diminati masyarakat sebagai bahan furniture atau bangunan dengan konstruksi ringan.

NAH – IP2TP Ngale