Berita ยป Jadikan Lembah Balocci Sentra Produksi Benih Kedelai Sektor Barat Sulawesi Selatan

a-balocci_1

Lembah Balocci, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan merupakan salah satu Kabupaten penghasil benih kedelai di Sulawesi Selatan sektor Barat. Sekitar 200 ha pertanaman kedelai di lembah Balocci tumbuh dengan baik yang dikelilingi pegunungan batu dan kapur yang dapat dipandang sangat indah dengan daun kedelai lemah gemulai tertiup angin. Dengan pola tanam padi-kedelai lembah Balocci adalah yang subur ini sesuai untuk produksi tanaman pangan.

Agroekologi lembah ini sangat sesuai untuk produksi benih kedelai karena waktu tanam setelah padi pertengahan Mei/awal Juni dan panen pada sekitar bulan Agustus sudah masuk bulan kering, sehingga prosesing benih dapat dilakukan dengan mudah karena dalam keadaan biji kering dan cuaca kering benih kedelai mempunyai kualitas yang lebih baik. Hasil benih kedelai di daerah ini berpotensi untuk memasok benih kedelai lahan kering di sektor Timur Sulawesi Selatan. Program benih kedelai di Sulawesi Selatan dapat dilaksanakan dengan sistem Jalur Benih Antar Lapang antar Musim (JABALSIM). Berdasarkan sejarah pertanaman kedelai di daerah ini sudah biasa ditanam petani pada era tahun 1990an dan menurun terus sampai tahun 2011/2012, karena kedelai harganya lebih rendah dari komoditas lainnya. Namun setelah kebutuhan benih kedelai meningkat dengan harga yang layak Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kg dan harga dasar kedelai pada tahun 2014 telah di tetapkan sebesar Rp 7.500/kg, areal pertanaman kedelai di lembah Balocci mulai meningkat.

Pada tahun 2014 BPTP Sulawesi Selatan ditarget untuk memproduksi benih FS sebanyak 7.500 ton, dan produksi benih kedelai SS sebanyak 250 ton. Salah satu lokasi sasaran untuk memproduksi benih kedelai adalah di daerah lembah Balocci areal tanam benih kedelai kelas FS seluas 5 ha dan untuk benih kedelai SS seluas 10 ha, di tengah hamparan pertanaman kedelai seluas 200 ha. Kedelai sudah ditanam petani pada pertengahan Mei 2014 dan menunjukkan pertumbuhan tanaman yang baik dan sehat. Teknologi produksi mengacu pada penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), budidaya yang diterapkan adalah: sumber benih BS dan FS dari Balitkabi, varietas Anjasmoro dengan daya tumbuh >95% tumbuh rancak, tanah bekas padi tidak diolah, membuat saluran drainase, cara tanam ditugal dengan jarak tanam 40 x 15 cm, jerami padi ada yang bakar dan ada yang jeraminya dipakai untuk mulsa/penutup tanah, pemupukan dengan phonska 200 kg/ha, pengendalian hama dan penyakit didasarkan atas pemantauan keberadaan populasi hama/penyakit. Pemeliharaan dan pemantauan hama penyakit perlu dilakukan agar pertanaman benih kedelai ini dapat sehat dan dapat menghasilkan sesuai harapan. BPTP Sulawesi Selatan memproduksi benih sumber FS di sektor Barat di Kabupaten Pangkep, Maros, Jeneponto dan di sektor Timur di Kabupaten Sopeng, Wajo, Bulukumba.

Pertanaman benih kedelai FS dan SS Varietas Anjasmoro di Lembah Balocci Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan

Lahan bagian atas ditanami kedelai, lahan bawah cukup air ditanami padi yang dikeliling pegunungan berbatu dan berkapur

Prof Marwoto/AW