Berita » Kabadan : Balitbangtan Harus Dapat Menjadi Pemecah Masalah Pembangunan Pertanian di Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengadakan Evaluasi Program dan Kegiatan Balitbangtan, 14 – 16 Juli 2014 di Bogor dan Jakarta. Acara ini sebagai langkah evaluasi kegiatan Balitbangtan Tahun Anggaran 2010 – 2014 dan pemantapan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2015. Pada kegiatan ini, Kepala Pusat dan Kepala Balai Besar sebagai pimpinan Unit Kerja Eselon II lingkup Balitbangtan menyerahkan hasil kegiatan tahun Anggaran 2013 serta berkoordinasi dalam menghadapi Tahun Anggaran 2015. Acara dibuka oleh Kepala Balitbangtan Dr. Haryono di Ruang Rapat Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan menyampaikan bahwa masing-masing Pusat Penelitian dan Balai Besar lingkup Balitbangtan harus dapat menjadi pemecah masalah pembangunan pertanian di Indonesia. Sesuai dengan visi Balitbangtan 2015-2019 yaitu menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian terkemuka di dunia dalam mewujudkan sistem pertanian tropika berbasis bio-industri berkelanjutan, maka diharapkan kedepan penelitian dan hasil penelitian Balitbangtan harus memiliki nilai ilmiah dan nilai ekonomi yang tinggi.
Terkait dengan kegiatan Balitbangtan pada Tahun Anggaran 2015, Kepala Badan berpesan kepada seluruh kepala satuan kerja agar melaksanakan refocusing dan efisiensi anggaran ke arah pertumbuhan ekonomi nasional dan lokal, serta pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Selain itu dalam pembangunan bio-industri, penyediaan bahan baku bio-energi dan ketahanan pangan harus dengan pendekatan kawasan, dengan alokasi anggaran 30%. Pada periode 2015-2019 Balitbangtan memiliki beberapa sasaran strategis antara lain tersedianya varietas dan galur/klon unggul baru, adaptif dan berdaya saing dengan memanfaatkan advanced technology dan bioscience; tersedianya teknologi dan inovasi budidaya, pasca panen, dan prototipe alsintan berbasis bioscience dan bioenjinering dengan memanfaatkan advanced technology; tersedianya data dan informasi sumberdaya pertanian (lahan, air, iklim dan sumberdaya genetik) berbasis bio-informatika dan geo-spasial dengan dukungan IT; serta tersedianya model pengembangan inovasi pertanian, kelembagaan, dan rekomendasi kebijakan pembangunan pertanian. Balitbangtan juga masih memiliki beberapa sasaran strategis yaitu tersedia dan terdistribusinya produk inovasi pertanian (benih/bibit sumber, prototipe, peta, data, dan informasi) dan materi transfer teknologi; dihasilkannya KTI dan diperolehnya HKI; serta penguatan dan perluasan jejaring kerja mendukung terwujudnya lembaga litbang pertanian yang handal dan terkemuka.Sumber: http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1774/ AW