Berita » Kacang Hijau Indonesia Mendunia, Kementan Lepas Ekspor Kacang Hijau ke China dan Philipina

Prosesi pelepasan ekspor kacang hijau ke China dan Philipina oleh Dr. Suwandi, Dirjen TP

Prosesi pelepasan ekspor kacang hijau ke China dan Philipina oleh Dr. Suwandi, Dirjen TP

Kepak sayap kacang hijau mulai merambah pasar internasional. Bertempat di Kalianak, Surabaya Jumat 6 September 2019, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr Ir. Suwandi, M.Sc. melepas ekspor kacang hijau ke China dan Phlipina sebanyak 35 kontainer. Acara pelepasan ekspor kacang hijau ini dihadiri oleh Kapuslitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Ka. BB Karantina Surabaya, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kadistan dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Ka. BPTP Jatim, dan Ka. Balitkabi.

Kadistan Prov. Jatim Hadi Sulistio menyambut gembira pelepasan ekspor kacang hijau dari Jawa Timur ini. Hal ini karena sebagian produk dihasilkan oleh petani Jawa Timur, seperti dari Bojonegoro, Sampang, Gresik, Sumenep, Sidoarjo, dan Mojokerto. “Pada kegiatan ekspor ini, kami berharap agar para petani juga bisa mendapat harga yang layak dari pembeli atau para eksportir,” kata Hadi. Hadi menjelaskan jika luas panen kacang hijau di Jawa Timur pada tahun 2018 adalah 31.359 ha, dengan provitas 11.65 kw/ha dan produksi 35.938 ton ose kacang hijau. Adanya ekspor ini sangat luar biasa di tengah ekonomi yang menurun baik ekspor maupun impor, tetapi PT Aman Buana Putera (PT ABP) luar biasa dengan ekspor mencapai 5000 ton, memberi semangat pada kita semua untuk mengembangkan kacang hijau.

Dukungan kemudahan ekspor juga dikemukakan oleh Kepala Balai Besar Karantina Jawa Timur, M. Musyaffak Fauzi. BB. Karantina memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas kemudahan ijin ekspor. Dia berharap agar eksportir dapat terus memasok produk-produk yang berkualitas sesuai standar yang disyaratkan Negara-negara tujuan.

Direktur PT ABP menjelaskan jika target ekspor tahun 2019 sebanyak 5000 ton bahkan akan mencapai 7000 ton di tahun mendatang. Selama ini kacang hijau diperoleh dari Lamongan, Demak, Tulangan/Sidoarjo, Puwodadi. Sangat diharapkan dapat memperoleh pasokan kacang hijau dari petani, karena permintaan lebih banyak. PT ABP mensyaratkan kacang hijau yang akan dibeli dengan diameter biji 3,5 mm, kadar air 14%, dan kotoran 1%.

Menarik disampaikan Suwandi Dirjen Tanaman Pangan sebelum prosesi pelepasan ekspor. Perputaran kacang hijau mencapai angka Rp. 3,6 trilyun, di tahun 2018 yang diperoleh dari luas panen 240 ha, produktivitas 1,2-2 ton dengan 305 ribu ton, serta harga jual per kg Rp. 12.000-Rp. 14.000. Pemanfaatan kacang hijau di dalam negeri untuk bahan pangan olahan berbasis kacang hijau seperti bubur kacang hijau, taoge, bakpia, Saat ini ekspor kacang hijau telah menembus China, Philipina, Taiwan, India, Vietnam, dan Mesir. Selain PT. ABP, di Indonesia ada 16 eksportir yang telah eksis mengekspor kacang hijau dengan volume ekspor mencapai 33 ribu ton di tahun 2018. Terjadi peningkatan volume ekspor sebanyak 12% dibandingkan tahun 2017 (29 ribu ton). Secara nasional, melansir data BPS, ekspor kacang hijau Januari sampai Juni 2019 sebesar 3.489 ton terdiri dari bentuk segar 3.378 ton dan olahan 111 ton, naik 53 persen dibanding periode yang sama 2018, yang hanya 1.625 ton.

ekspor1

Hingga saat ini ada 13 varietas kacang hijau yang telah banyak ditanam petani. Varietas kacang hijau yang telah berkembang seperti Murai, Betet, Kutilang, Perkutut, Vima 1, Vima 2, dan Vima 3. Selama ini ada dua cara budi daya kacang hijau yang dilakukan petani. Budi daya tanam teratur menggunakan tugal, membutuhkan benih 25-40 kg/ha serta penggunaan herbisida. Serta budi daya tanam secara sebar meskipun benih yang diperlukan lebih banyak 40-60 kg/ha. Hasil biji 1,5-2 ton, dengan biaya produksi yang bervariasi Rp 2-7 juta per ha akan diperoleh pendapatan bersih sekitar 12-17 juta dalam kurun waktu 2 bulan. Hal ini tentu sangat menarik minat petani untuk berusahatani kacang hijau. Apalagi masih terbuka peluang produksi ditingkatkan dengan aplikasi teknologi budi daya kacang hijau yang baik, penggunaan varietas maka hasilnya akan lebih tinggi lagi.

ekspor3

Suwandi berpesan agar petani bermitra secara konsisten. Jangan spekulasi terhadap fluktuasi harga sehingga petani kehilangan pasar. “Bermitralah dengan mitra yang dapat menjamin kepastian pasar dan harga”, lanjut Suwandi. Saya yakin pasar akan terus bagus, karena permintaan sangat tinggi dan pasokan belum banyak. Potensi sangat besar bagi petani maupun pelaku usaha yang lain,” kata Suwandi mengakhiri pidatonya sebelum prosesi pemecahan kendi tanda pelepasan ekspor kacang hijau ke China dan Philipina.
RDP/YB/BSK