Berita » Kacang hijau, Komoditas Andalan dari Pilangkenceng, Madiun

Keragaan Kacang hijau di lahan petani di desa Muneng, Kec. Pilangkenceng, Madiun September 2020

Keragaan Kacang hijau di lahan petani di desa Muneng, Kec. Pilangkenceng, Madiun September 2020

Bagusnya, decak kagum saat memasuki hamparan pertanaman kacang hijau yang ditanam oleh petani di Desa Muneng, Pilangkenceng, Madiun, yang saat ini berumur antara 30-55 hari. Kacang hijau merupakan komoditas andalan di Pilangkenceng yang ditanam setelah tanaman padi. Tidak mengherankan jika hamparannya sangat luas.

Varietas kacang hijau yang ditanam adalah varietas Walet, menurut penuturan petani. Walet adalah varietas kacang hijau Balitbangtan yang dilepas tahun 1985. Dengan meyakinkan petani menyampaikan ciri-ciri dari Walet yakni polongnya besar dan permukaan polongnya adalah halus. Karakteristik budi daya, menggunakan jarak tanam lebar, sekitar 50 cm x 30 cm, sehingga benihnya hanya memerlukan sekitar 20 kg/ha. Sebelum tanam menggunakan herbisida dan diairi, baru penanaman dilakukan dengan menggunakan tugal. Penyiangan tidak dilakukan, dan yang intensif adalah pengendalian hama/penyakit, yang konon bisa dilakukan setiap minggu, dan setiap penyemprotan hama/penyakit dicampur dengan pupuk cair. “Hanya sedikit pupuk cairnya,”urai petani.

Lebih lanjut disampaikan pengairan pada kacang hijau cukup sekali saja, kalau kedelai butuh dua kali pengairan. Sebagian besar petani menyimpan benih kacang hijau untuk digunakan pada musim tanam tahun berikutnya. Bahkan disampaikan bahwa meskipun benih disimpan 2 tahun, kondisinya tetap baik. Yang perlu diperhatikan, jika diperkirakan kadar air benih meningkat, sekali-kali benih kembali dijemur kemudian disimpan lagi, tutur petani dengan semangat.

Preferensi pasar di lokasi tersebut, yakni kacang hijau berbiji mengkilap. Rata-rata hasil biji yang diperoleh petani sekitar 400 kg/0.25 ha (1.6 t/ha). Kalau petaninya rajin bisa mencapai 2 t/ha, lanjut petani kacang hijau saat di lapang. Saat ini harga kacang hijau sekitar Rp. 12.500/kg. Yang agak berlainan, pada saat panen raya, harga jual kacang hijau akan meningkat bahkan di atas Rp. 13.000/kg. Alasannya, pembeli saat ini adalah pedagang lokal, kalau panen raya, banyak pembeli dari luar daerah, sehingga terjadi persaingan antar pedagang.

Potret nyata, petani telah mampu berbudidaya secara efisien, dan mampu meraup hasil biji kacang hijau yang lumayan tinggi. Semoga dengan kacang hijau petani semakin sejahtera.

madiun2 madiun3
Pak Soyo, petani kacang hijau (kiri) dan pertanaman kacang hijau di desa Muneng, Pilangkenceng, Madiun September 2020

MMA