Berita » Kacang Hijau Komoditas Terbesar Kedua Penyumbang Ekspor

Bimtek Fasilitasi Penguatan Ekspor Kacang Hijau di Gresik, 21 Agustus 2019

Bimtek Fasilitasi Penguatan Ekspor Kacang Hijau di Gresik, 21 Agustus 2019

Kacang hijau merupakan komoditas terbesar kedua penyumbang ekspor setelah jagung sejak 2014 hingga Juni 2019. Ekspor kacang hijau mencapai 173,3 ribu ton atau 19,8%, dibandingkan jagung yang mencapai 562,2 ribu ton (64,3%). Sebagai upaya akselerasi ekspor kacang hijau Kementan melalui Ditjen Tanaman Pangan mengadakan bimtek dalam rangka “Fasilitasi Penguatan Ekspor Kacang Hijau” di Hotel Santika, Gresik pada 21 Agustus 2019.

Bimtek diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari Gapoktan Kabupaten Gresik, Tuban, Sidoarjo, Demak dan Madura, Distan Provinsi Jatim dan Kabupaten di Jawa Timur. Dengan kegiatan ini diharapkan kacang hijau yang dihasilkan petani sesuai dengan permintaan negara tujuan,mencari upaya-upaya peningkatan produksi kacang hijau untuk meningkatkan ekspor dengan harga kompetitif.

Di Jawa Timur terdapat dua eksportir kacang hijau yaitu PT Aman Buana Putera dan PT. Agrotani Sukses Sejahtera. Dari sentra kacang hijau di Jawa tengah dan Jawa Timur diharapkan mampu memenuhi target ekspor ke Filipina dan China. Menurut Bapak Toni (PT Aman Buana Putera) hingga Agustus 2019 perusahaannya baru dapat mengirimkan sebanyak 150 kontainer, padahal target akhir tahun ini mencapai 5.000 ton.

Karakteristik kacang hijau yang diminati pasar ekspor berwarna biji kusam, diameter 3,3 mm (6,3 gram per 100 biji). Toni menantang petani kacang hijau Jawa Timur dan Jawa Tengah yang hadir pada kesempatan tersebut, untuk memenuhi target ekspor hingga akhir tahun 2019 sebanyak 5.000 ton dengan kriteria tersebut.

Filipina dan China merupakan negara utama tujuan ekspor kacang hijau Indonesia disamping Taiwan. Ekspor ke tiga negara tersebut mencapai lebih dari 90% dari total ekspor Indonesia sebesar 11.652 ton periode Januar i- Agustus 2018. Sedangkan pada tahun 2019 (data BPS Januari – Juni) ekspor kacang hijau segar dengan negara tujuan Jepang, Hongkong, Cina, Taiwan, Vietnam, Singapura, Philipina dan Timor Leste sebanyak 3.400 ton dengan nilai Rp 42 miliar. Fenomena menarik di tahun 2019, Mesir menjadi negara tujuan ekspor baru, kata Bapak Iwan dari Balai Besar Karantina Pertanian.

Hal senada dikemukakan oleh Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, ekspor kacang hijau pada umumnya mengikuti panen raya, akan meningkat pada bulan Agustus–September. Daerah sentra produksi kacang hijau untuk wilayah Jawa Tengah (Kabupaten Pati, Grobogan dan Demak), Jawa Timur (Gresik, Sidoarjo, Madura : Sumenep dan Sampang), Jawa Barat (Garut dan Cianjur), NTB (Sumbawa dan Dompu) dan Sulawesi Selatan (Jeneponto dan Takalar). Produktivitas kacang hijau selama 10 (sepuluh) tahun terakhir berfluktuasi dan cenderung meningkat sebesar 1,09% sedangkan luas panen dan produksi cenderung menurun 2,97% dan 1,97%.

Menurut Suwandi fasilitasi bantuan dalam rangka pengembangan produksi kacang hijau dari Kementerian Pertanian berupa perbaikan budidaya dan perbaikan varietas yaitu benih dan saprodi. Kegiatan dilaksanakan pada 5 provinsi daerah sentra yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan seluas 5.000 Ha. Pada tahun 2019 fasilitasi bantuan ditingkatkan menjadi 6.500 Ha.

Dari Jawa Timur dilaporkan pada saat yang bersamaan dari dua lokasi yaitu PT Agro Tani Sukses Sejahtera Gresik telah diberangkatkan ekspor kacang hijau tujuan Philipina sebanyak 5 Kontainer (@25 ton) dan dari lokasi PT Aman Buana Putra di Surabaya sebanyak 3 kontainer (@25 ton) ke Filipina.

PT Agro Tani Sukses Sejahtera dari Januari dan Agustus 2019 telah merealisasikan ekspornya sebesar 750 ton (30 kontainer) ke China dan sebesar 1.250 ton (50 kontainer) ke Filipina. Untuk tahun 2019 ekspor kacang hijau ditargetkan sebesar 5000 ton. Sedangkan PT Aman Buana Putra melakukan ekspor ke China sebesar 50 Kontainer 1 X 25 Ton = 1250 Ton, Filipina 100 Kontainer 1 X 25 Ton = 2500 Ton dengan target ekspor tahun 2019 sebesar 5000.

Suasana Bimtek Fasilitasi Penguatan Ekspor Kacang Hijau di Gresik

Suasana Bimtek Fasilitasi Penguatan Ekspor Kacang Hijau di Gresik

Penyampaian materi oleh PT.Aman Buana Putera, Badan Karantina, Balitkabi dan BB. Pasca Panen

Penyampaian materi oleh PT.Aman Buana Putera, Badan Karantina, Balitkabi dan BB. Pasca Panen

Peluang usaha tani kacang hijau cukup menjanjikan. Dari sisi budi daya, upaya mengenjot produksi dapat dilakukan dengan melaksanakan SOP budidaya kacang hijau, kata Ibu Trustinah dari Balitkabi. Varietas kacang hijau dengan warna biji yang kusam diminati pasar ekspor yaitu Vima 1 (1,8 ton/Ha), Vima 3 (2,11 ton/Ha), dan Vima 5 (2,34 ton/ha).

Apabila ke depan, negara tujuan menginginkan yang berwarna biji mengkilat telah tersedia varietas Kutilang, Vima 2 dan Vima 4. Keunggulan semua varietas Vima adalah 80% polong masak serempak, sehingga memudahkan petani saat panen bahkan dapat digunakan alat untuk memotong batang sehingga lebih ekonomis.

Dari pengalaman petani biaya produksi per hektar mencapai Rp. 6 juta, jika harga jual saat ini Rp. 13.000 per kg serta produktivitas mencapai 1,6 ton maka diperoleh pendapatan Rp. 20 juta, sehingga diperoleh keuntungan sekitar Rp. 14 juta dalam kurun waktu dua bulan. Dengan potensi keuntungan yang cukup menggiurkan semoga gairah usaha tani kacang hijau di Jawa Timur meningkat. Tercapainya kontinuitas produksi dengan harga yang kompetitif saling menguntungkan pembeli-petani serta berkembangnya pola kemitraan dengan sharing resiko dan modal menjadi harapan keberlanjutan ekspor kacang hijau ke depan.

RDP/Trsh