Berita » Kacang Hijau Walet Diakrabi Petani Madiun

1-walet-4

Hingga saat ini, pemerintah telah melepas 20 varietas kacang hijau, dan 19 varietas di antaranya dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Kacang hijau yang umur panennya hanya 55 hari, menjanjikan dikembangkan di daerah dengan irigasi maupun curah hujan terbatas. Di pantai utara Jateng, kacang hijau menjadi andalan ekonomi petani khususnya pada musim kemarau kedua seperti saat ini, ketika tanaman lain berisiko besar jika dibudidayakan.

Ternyata di Caruban hingga ke Pilangkenceng Kab Madiun, kacang hijau juga menjadi tanaman potensial penambah pendapatan petani. Sekali lagi jika air terbatas, maka budidaya kacang hijau menjadi harapan petani. Prof. Marwoto, Anwari MS dan Muchlish Adie (ketiganya peneliti Balitkabi) saat berkunjung ke kawasan tersebut, (14–15/8 2012), mendapatkan hamparan kacang hijau yang cukup luas, bersanding dengan tanaman kedelai. Ternyata petani menjawab cepat ketika ditanya varietas kacang hijau yang ditanam, yakni varietas Walet. Hal yang selalu membuat peneliti bangga, manakala karyanya dimanfaatkan oleh petani. Varietas Walet, yang merupakan hasil seleksi galur introduksi dari AVRDC Taiwan, dilepas tahun 1985. Varietas kacang hijau terbaru adalah Vima 1 dilepas 2008, oleh pemulia kacang hijau Balitkabi, M. Anwari MS.

Umur genjah dan harga jual tinggi, menjadi daya tarik petani untuk menanam kacang hijau. Di Pantura Jateng, harga kacang hijau pernah mencapai Rp 12.500/kg. Lagi-lagi masalah harga menjadi keluhan petani. Saat ini harga kacang hijau hanya sekitar Rp5.000/kg, keluh petani. Mungkin stoknya masih banyak sehingga harga menjadi rendah, imbuh beberapa petani dalam diskusi dengan peneliti Balitkabi.

Semangat tinggi petani, tersirat dari penuturan Pak Peno di Desa Sidokerto Karangjati Madiun, yang baru pertama kali mencoba menanam kacang hijau. Beliau akan memilih tanaman terbaik, nantinya akan digunakan sumber benih pada musim tanam berikutnya.  Menurut pengamatan Pak Anwari, pemulia kacang hijau Balitkabi, yang ditanam adalah varietas Murai, tetapi tercampur dengan varietas lain. Pak Peno ditunjukkan cara memilih varietas yang benar, juga cara pengendalian OPT yang memang sedang dilakukannya.  Lagi-lagi harapan Pak Peno adalah, saat panen nanti harganya mestinya seribu rupiah lebih tinggi dari harga kedelai yakni dapat mencapai Rp 7.000/kg.  Harapan yang realistis. Semoga terpenuhi!

Berdiskusi, saat terindah.

Kacang hijau di Pilangkenceng.

Kacang hijau di Karangjati.