Berita ยป Kacang Tanah dari Pundong, Bantul

Memasuki musim kemarau para petani secara umum dan khususnya di Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan kekurangan air. Dengan penurunan debit air irigasi memaksa petani untuk memilih komoditas tanaman selain padi. Pola tanam Padi-Padi-Palawija diterapkan dan kacang tanah menjadi andalan komoditas palawija pilihan petani di Pundong, Kab. Bantul.

Terletak di Dusun Sawahan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY dengan agroekosistem lahan sawah, didukung jenis tanah Regosol pilihan petani sungguh tepat pada komoditas kacang tanah. Luas lahan saat ini (September 2020) yang ditanami kacang tanah kurang lebih 20 ha. Menurut Bapak Noviyanto PPL Kec. Pundong, petani menggunakan varietas lokal karena mudah diperoleh serta varietas Kancil dari bantuan benih oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Untuk tahun ini varietas Kancil ditanam seluas 5 ha dan varietas lokal 15 ha.

katana2 katana3
Panen ubinan kacang tanah oleh BPP, Dinas Pertanian Kab. Bantul dan Dinas Pertanian DIY di Sawahan, Srihardono, Pundong, Bantul September 2020

Menurut Noviyanto masyarakat di dusun ini telah lama membudidayakan komoditas kacang tanah, tetapi umumnya menggunakan varietas lokal karena benih mudah diperoleh dari pasar. Tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur, petani menanam kacang tanah dengan jarak tanam 25 x 25 cm dengan cara tanam tugal. Aplikasi pupuk menggunakan Phonska, pupuk cair Dakonil dan Amistar. Kendala yang belum dapat diatasi secara optimal adalah tanaman layu kemudian mati (petani menyebut nglolosi) sering ditemukan pada umur 25-35 hari setelah tanam.

Dari hasil panen ubinan yang dilakukan BPP Pundong, Dinas Pertanian Kab. dan Dinas Pertanian DIY, dilaporkan keragaan tanaman di lahan petani sangat baik dengan rata-rata tinggi tanaman 40 cm, serta diperkirakan hasil polong basah 6 ton/ha dan polong kering 3,4 ton/ha. Disampaikan lebih lanjut oleh Noviyanto dengan harga jual glondong basah Rp. 7.000/ kg atau jika gelondong kering Rp.15.000/kg serta biaya produksi sekitar 16 juta rupiah, maka dapat dihitung petani akan meraup keuntungan dari usahatani kacang tanah mereka.

katana katana1
Keragaan polong kacang tanah dan suasana panen dengan bantuan masyarakat di Sawahan, Srihardono, Pundong, Kab. Bantul

Dituturkan oleh Noviyanto, jika pada musim panen seperti saat ini, petani menjual hasil panen kepada tengkulak dan di musim panen banyak penebas yang datang ke lahan petani. Biaya panen saat musim panen bisa ditekan, karena banyak warga sekitar yang membantu panen dengan imbalan memperoleh brangkasan untuk pakan ternak. Menurut PPL pundong ini, petani sebenarnya antusias untuk menanam varietas unggul, tetapi kesulitan memperoleh benih. Mereka biasa membeli benih dari dari pasar atau dari petani lain seperti dari Gunung Kidul. Harga benih cukup mahal, mencapai Rp. 18.000 /kg gelondong kering, bahkan jika sudah berupa kacang ose mencapai 32 ribu perkg kacang tanah. Minat petani menjadi penangkar benih kacang tanah cukup tinggi kata bu Suci dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.

Inilah salah satu bukti nyata pertanian tidak pernah terhenti, seperti selalu disuarakan oleh Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo. Semoga Pundong dengan kacang tanahnya dapat mengangkat kesejahteraan petani.

EU/RDP