Berita » Kedelai Jadikan Satu Komoditas Unggulan Di Ku-Ker

Para petani sebagai peserta SLPTT kedelai yang sedang mendengarkan berbagai penjelasan dari Pak Yusmani.

Sungai Payang termasuk salah satu desa di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur yang memiliki topografi berbukit-bukit dan berhutan cukup luas. Masyarakat tani di sini kreatif dan inovatif mengelola usahatani. Buktinya berbagai jenis komoditas tanaman pangan dibudidayakan untuk meningkatkan pendapatan petani. “Komoditas kedelai menjadi ujung tombak pertama yang perlu dikedepankan karena komoditas tersebut menjadi salah satu komoditas yang akan didorong menjadi unggulan setelah padi Mayas” tutur Pak Kades dan Ir Sudiro mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Ku-Ker. Oleh karena itu, pada 8 Desember 2012, desa tersebut melakukan pelatihan pendampingan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) kedelai. Pelatihan dikoordinasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Kaltim). Dr Yusmani Prayogo dari Balitkabi menjadi nara sumber acara ini. Topik yang dipaparkan Pak Yus mencakup; (1) Teknologi budidaya tanaman kedelai, (2) Pengelolaan pascapanen kedelai, dan (3) Hama dan penyakit utama kedelai serta cara pengendaliannya.

Para petani sebagai peserta SLPTT kedelai yang sedang mendengarkan berbagai penjelasan dari Pak Yusmani.

Hadir pada SLPTT kali ini adalah Kepala BPTP Kaltim yang diwakili Kasie Yantek, Camat, Kepala BKP, Kepala Desa setempat dan 80 petani. Para petani sangat antusias untuk mengembangkan tanaman kedelai sehingga dalam sesi tanya jawab berlangsung sangat ulet dengan menanyakan berbagai kejadian yang pernah dialami petani mengenai usahatani kedelai. Diskusi yang paling intens adalah terfokus pada kondisi lahan yang berbukit atau lereng apakah dapat digunakan untuk menanam kedelai dengan potensi hasil sesuai yang direkomendasikan oleh Balitkabi. Pengakuan para petani tersebut disebabkan dengan menanam varietas lokal pada lahan yang sama, tanaman tumbuh memanjang dan hasilnnya rendah karena tanaman mudah rebah dan polong yang terbentuk sedikit. Oleh karena itu, varietas yang cocok untuk kondisi tersebut sangat diharapkan papar para petani. Pengalaman para petani dengan kondisi lahan yang demikian kalau ditanami kedelai akan banyak yang roboh batangnya karena pertanaman tingginya hingga di atas 1 meter lebih. Untuk mengantisipasi kondisi itu, jarak tanam kedelai yang digunakan tidak sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan. Keadaan tersebut disampaikan oleh Bapak Jumangin, yang merupakan salah satu kontak tani setempat yang paling banyak mengajukan pertanyaan. Tidak hanya bapak-bapak yang getol menanyakan berbagai masalah yang dihadapi dalam bertanam kedelai, namun demikian ibu-ibu juga tidak mau kalah sehingga pertanyaanpun juga melayang ke Pak Yus yaitu kondisi tanaman kedelai yang mengalami kerdil dan daunnya mengkerut berwarna kuning sehingga tanaman tidak membentuk polong. Para kontak tani tidak puas hanya diskusi di dalam ruangan. Pak Rakimin (Ketua Gapoktan), mengajak nara sumber melihat pertanaman kedelai yang berada di atas lereng rumah Pak Rakimin. Varietas kedelai yang ditanam adalah Grobogan dan Panderman yang dibudidayakan secara sederhana sehingga belum menerapkan teknologi budidaya maju. Lokasi SLPTT kedelai yang dikunjungi sebanyak 3 tempat dengan kondisi pertumbuhan tanaman yang berbeda meskipun jarak antarlokasi tidak berjauhan. Namun, satu lokasi SLPTT menampakkan performan yang sangat baik berbeda dengan dua lokasi SLPTT yang dikunjungi sebelumnya karena pertumbuhan tanaman dan jumlah polong yang terbentuk cukup banyak. Menurut pengakuan petani pemilik lahan bahwa tanaman kedelai yang ditanam sudah menerapkan sebagian rekomendasi bertanam kedelai meski belum seluruhnya. Oleh karena itu, wajar performan tanamannya lebih baik dibandingkan tanaman petani yang diusahakan sekadarnya tanpa mengikuti pedum yang dianjurkan.

Lokasi SLPTT di Desa Sungai Payang yang berbukit dan berlereng tidak menjadi kendala untuk budidaya komoditas kedelai.

Mengamati jumlah polong yang terbentuk cukup banyak di atas 35 butir tiap tanaman pada varietas Grobogan yang ditanam petani maka tidak sulit untuk mendapatkan totalk produksi di atas 1,8 t/ha. Dengan demikian target produksi tinggi yang diharapkan para petani maupun perangkat Desa Sungai Payang mudah tercapai untuk menjadikan kedelai sebagai satu komoditas unggulan daerah setempat.

Dr Yusmani Prayogo, didampingi oleh Ir Nur Baini (Kasie Yantek, BPTP Kaltim), memaparkan sistem budidaya kedelai.

Prayogo.