Berita ยป Kedelai Mewarnai HPS XXXII

1-palangkaraya-hps-2

Acara puncak HPS XXXII, 18 Oktober 2012, di Temanggung Tilung Palangka Raya, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, yang didampingi oleh Menko Perekonomian, Menteri Kehutanan serta Menteri Pertanian, dihadiri tidak kurang dari 2500 peserta dari seluruh Indonesia serta delegasi dari berbagai negara.

Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Kalteng menyampaikan bahwa komoditas palawija menjadi komoditas andalan di Kalteng, bahkan Kalteng bertekad mendukung swasembada yang telah diprogramkan pemerintah, termasuk kedelai. Harapannya dengan HPS akan menimbulkan semangat baru meraih kedaulatan pangan. Senada, harapan juga disampaikan Menteri Pertanian yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Nasional HPS XXXII, bahwa ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama, harus dengan tekad kuat menggapainya. Prof. Dr. Budiono, menekankan bahwa hampir 1 milyar manusia saat ini berada dalam posisi kekurangan pangan, yang justru sebagian besar bermukim di negara-negara berkembang dan di daerah konflik. Kita diajak oleh Wapres untuk merenung, mengapa demikian dan pelajaran apa yang bisa diambil. Pemerintah tetap berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Wapres juga menekankan pentingnya litbang di bidang pangan. Bahkan diimbuhkan perlunya insentif yang rasional di bidang pangan agar pelaku menjadi bergairah.

Dr. Haryono, Kepala Badan Litbang Pertanian, memandu kunjungan Wapres ke Gelar Teknologi, termasuk saat kunjungan di Gelar Varietas Unggul Kedelai. Semuanya memberikan apresiasi terhadap keragaan kedelai, bahkan Bpk Budiono sempat memetik polong kedelai Grobogan diikuti oleh Bpk Menteri Pertanian, dan ditanyakan mengapa masih keras. Kebetulan saat ini tanaman kedelai belum memasuki fase masak sehingga polong sulit dibuka. Demikian juga pada saat Kepala Balitkabi menjelaskan kesiapan inovasi Badan Litbang Pertanian untuk mendukung pengembangan lahan gambut, Gubernur Kalteng mengharapkan bisa diterapkan di Kalteng. Mengakhiri wawancara dengan media massa, Dr. Haryono, menyampaikan peran penting media massa dalam menggerakkan inovasi, media massa merupakan bagian penting dari SDMC, spektrum diseminasi multi channel.

Balitkabi yang memamerkan produk olahan kacang dan umbi beserta contoh-contoh varietas dan ubi, juga mendapatkan perhatian dari pengunjung pameran. Bahkan Kabadan Litbang Pertanian, memberikan apresiasi dan beliau membagikan beragam produk olahan untuk dicicipi para Kapus, KaBalit dan KaBPTP yang menyertai kunjungan beliau di Saung Agro Inovasi. Tidak kalah meriahnya, pengunjung di Gelar Ubijalar, yang selalu tertarik untuk mengembangkannya di daerah masing-masing, apalagi Joko Restuono mampu menjelaskannya dengan sabar dan mudah diterima oleh pengunjung, yang memang cukup beragam, dari petani, penyuluh, dan pengusaha.

Terima kasih peneliti, teknisi, tim Jasa Penelitian Balitkabi, yang tiada henti terus berkarya mendiseminasikan inovasi hasil Balitkabi.

Pastisipasi Balitkabi di HPS XXXII