Berita » Kedelai Toleran Jenuh Air, Calon Varietas Unggul Baru

jenuh

Upaya perbaikan komponen teknologi budidaya kedelai terus dilakukan untuk menekan/mengurangi faktor-faktor yang berpotensi memberi efek negatif terhadap pertumbuhan dan produktivitas kedelai. Faktor-faktor abiotik yang berpengaruh terhadap produktivitas kedelai saat ini antara lain perubahan iklim global, perubahan kondisi tanah, dan manajemen pengairan yang buruk.

Kondisi tanah jenuh air dapat terjadi karena curah hujan tinggi, pergeseran waktu musim hujan, dan sistem drainase yang kurang baik. Kondisi tanah jenuh air dapat menurunkan produksi kedelai 20‒75% tergantung varietas, fase tumbuh, dan rentang waktu kondisi jenuh air. Ir. Suhartina, M.P. dkk., telah merakit kedelai toleran jenuh air pada tahun 2005 dan telah melalui proses uji adaptasi tahun 2010‒2011. Sib/Grob-137, Sib/Grob-127 dan Tgm/Anj-750 terpilih sebagai galur harapan yang diusulkan dalam proses pelepasan varietas unggul baru (VUB).

Galur harapan kedelai tersebut telah diuji adaptasi dengan kondisi jenuh air pada fase V2 hingga R7 (±14‒75 HST). Ketiga galur harapan tersebut memiliki hasil dan potensi hasil yang cukup tinggi, dengan umur genjah (78‒80 HST) serta ukuran biji sedang hingga tinggi (12,9‒16 g/100 biji). Selain umur masak, ukuran biji dan potensi hasil, ketiga galur tersebut juga telah diuji ketahanannya terhadap hama dan penyakit utama kedelai yaitu, ulat grayak, pengisap dan penggerek polong, serta penyakit karat daun.


Keragaan Galur Sib/Grob-137, Sib/Grob-127 dan Tgm/Anj-750 pada kondisi lahan jenuh air.


Galur Sib/Grob-137, Sib/Grob-127 dan Tgm/Anj-750, toleran kondisi lahan jenuh air.

PHP/RA/AW