Berita » Kelompok Tani Desa Wunut, Mojokerto Siap jadi Penangkar Kedelai

Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto menyampaikan teknologi budi daya dan pengenalan VUB kedelai

Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto menyampaikan teknologi budi daya dan pengenalan VUB kedelai

Kelompok Tani Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto masih mempunyai semangat dan dedikasi yang tinggi untuk menambah ilmu dan ketrampilan mengenai budi daya kedelai. Sekitar 47 petani didampingi Ketua Kelompok Tani “ Tani Mulyo” Bapak Harsudi pada 24 April 2019 bertempat di Balai Desa Wunut mengikuti acara pendampingan Sekolah Lapang Desa Mandiri Benih (SLDMB). Acara pendampingan SLDMB di Desa Wunut di bawah bimbingan BPTP Jawa Timur yang dikoordinasi oleh koordinator lapang Rohmad Budiono, S.P., M.Sc. Kegiatan pendampingan SLDMB dihadiri oleh Dinas Pertanian Mojokerto Bp. Sunyoto, staf POPT Mojokerto, staf BPP Mojoanyar Ibu Rini, staf BPSB Jawa Timur Bapak Sugeng serta dua nara sumber dari Balitkabi yaitu Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto dan Dr. Yusmani Prayogo.

Petani peserta pendampingan SLDMB di Desa Wunut, Ke. Mojoanjar, Mojokerto

Petani peserta pendampingan SLDMB di Desa Wunut, Ke. Mojoanjar, Mojokerto

Luas lahan untuk kegiatan ini mencapai enam (6) hektar terdiri dari empat setengah hektar berada di Desa Wunut dan sisanya satu setengah hektar di Desa Gempal. Varietas kedelai yang dikembangkan di dua lokasi ini adalah Dega 1, Devon 1, dan Deja 1. Diharapkan dari kegiatan tersebut akan dapat menghasilkan benih berkualitas dan bersertifikat untuk memenuhi kebutuhan benih seluas 106 ha. Ketiga varietas tersebut di atas menjadi pilihan utama bagi kelompok tani, setelah sekitar tiga tahun kegiatan SLDMB ini dikenalkan di Desa Wunut, Mojoanyar, Mojokerto.
Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto dan Dr. Yusmani Prayogo memberikan materi pendampingan yang meliputi : teknologi budi daya kedelai untuk menghasilkan kualitas benih bersertifikat, pengenalan varietas unggul baru kedelai, identifikasi hama penyakit utama kedelai serta cara penanggulangannya. Pengetahuan para petani kedelai di Desa Wunut, Mojoanyar, Mojokerto sudah cukup tinggi, hal ini tampak dari respons setiap petani terhadap teknologi budi daya yang disampaikan, namun demikian petani masih lemah dalam mengenali jenis hama maupun penyakit serta pemilihan jenis pestisida yang tepat untuk pengendalian OPT.
Pada akhir acara, koordinator lapang Rohmad Budiono, S.P., M.Sc. dan Dr. Yusmani menyerahkan benih kedelai bantuan dari Balitkabi serta alat tanam kepada kelompok tani Desa Wunut. Alat tanam ini merupakan inovasi baru untuk memperbaiki cara tanam yang biasa dilakukan oleh petani dengan cara sebar. Apabila dengan cara tugal dikhawatirkan benih akan busuk karena terinfeksi cendawan Sclerotium rolfsii karena kondisi lahan cukup basah. Dengan alat tanam tersebut diharapkan membantu petani sehingga dapat menanam lebih cepat, efisien tenaga dan teratur jarak maupun jumlah benih setiap lubang tanam.

Bantuan benih kedelai dari Balitkabi & BPTP Jawa Timur yang diberikan  ke kelompok tani

Bantuan benih kedelai dari Balitkabi & BPTP Jawa Timur yang diberikan
ke kelompok tani

Semoga kegiatan SLDMB dapat berkembang sehingga desa tersebut mampu memenuhi kebutuhan benih kedelai bersertifikat secara mandiri, dengan demikian program swasembada kedelai yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian dapat terwujud.

YP