Berita » Kelompok Tani Prigen Belajar Ubijalar dan Kacang Tanah di Balitkabi

Kelompok Tani Melati mencermati pertanaman kacang tanah di Kp Kendalpayak didampingi Kepala Kp Kendalpayak, Ir. Margono Rachmad, MS.

Dalam rangka peningkatan produksi ubijalar dan kacang tanah yang ada di Kecamatan Prigen, anggota Kelompok tani “Melati” Sumberejo Kec. Prigen Kab. Pasuruan berkunjungan ke Balitkabi. Peserta kunjungan sebanyak 20 petani didampingi 5 petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Nur Cholig, PPL Prigen selaku ketua rombongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengetahuan tentang teknik budidaya dan varietas unggul merupakan modal utama petani untuk meningkatkan hasil panennya. Oleh karena itu, PPL sengaja membawa Kelompok Tani Sumberejo berkunjung ke Balitkabi agar petani bisa menerima informasi yang akurat dan lengkap langsung dari para peneliti. Kunjungan diterima oleh Prof. Dr. Marwoto, mewakili Ka. Balai di Aula Balitkabi, Rabu, (12/12) dan Prof. Dr. Nasir Saleh serta Prof. Dr. Arief Harsono sebagai narasumber.

Pak Marwoto menyampaikan bahwa kedatangan para tamu merupakan suatu kehormatan bagi Balai, sehingga inovasi teknologi tanaman kabi bisa lebih cepat sampai ke pengguna. Beliau memperkenalkan tugas dan peran Balitkabi secara umum.

Ulasan lebih lengkap dipaparkan oleh Prof. Dr. Nasir Saleh dengan materi Teknik Budidaya Ubijalar. Pak Nasir menyebutkan, agar hasil umbi maksimum maka lahan dibersihkan dari gulma dan tanaman sebelumnya, tanah dibajak/dicangkul, digaru sampai halus diberi pupuk kandang matang 5 t/ha, tanah dibuat guludan dengan jarak antar puncak guludan 80—100 cm, stek pucuk panjang 25 cm (7 ruas) daun dapat dibuang sebagian, stek (sebelum ditanam) direndam dalam larutan fungisida Mancozeb 80% dan insektisida Karbosulfan selama 5 menit, pemupukan diberikan dua kali yaitu umur 7—10 hari (setelah tanam) dan pada umur 30—40 hari.

Kelompok Tani Melati mencermati pertanaman kacang tanah di Kp Kendalpayak didampingi Kepala Kp Kendalpayak, Ir. Margono Rachmad, MS.

“Teknik Budidaya Kacang Tanah” dipaparkan Prof. Dr. Arief Harsono. Selain Dalam paparannya, pak Arif menjelaskan gejala kekahatan beberapa unsur hara (N,P,K,Ca,S, dan Fe) dan cara mengatasinya.

Sebelumnya pengunjung melakukan kunjungan lapangan ke Kebun Percobaan Kendalpayak yang dipandu oleh Ir. Margono Rahmad, MS. Sedangkan Ir. Moch. Anwari, MS menjadi pemandu saat kunjungan tamu ke UPBS. Dari hasil kunjungan, para tamu tidak hanya menerima penjelasan materi, namun mereka juga dibekali publikasi hasil-hasil penelitian kabi. Bahkan mereka juga membawa pulang benih kedelai, kacang hijau dan kacang tanah produksi UPBS Balitkabi untuk dikembangkan di Prigen.

Balitkabi siap mendukung.

NC/AW