Berita ยป Kenalkan Budi Daya Kedelai Denasa 1 dan Denasa 2 pada Masyarakat Desa Hutan Jati Selopuro

VUB kedelai dibawah tegakan jati di Dusun Trenceng, Blitar

VUB kedelai dibawah tegakan jati di Dusun Trenceng, Blitar

Tanam kedelai merupakan hal awam bagi petani pesanggem hutan jati di Dusun Trenceng, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Bagaimana tidak, selama ini para petani yang tergabung pada LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Jati Lestari tersebut selalu menanam jagung secara monokultur.

Pesanggem mendapatkan hak tanam dari KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Blitar, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur pada lahan di bawah tegakan jati dengan sistem sewa lahan, sehingga petani diberikan kebebasan memilih jenis komoditas sepanjang tidak merusak tanaman utama, yaitu jati. Setiap petani rata-rata mendapat hak sewa lahan seluas 1 patok atau sekitar 600 m2. Dalam setahun, mereka biasa membudidayakan jagung sebanyak tiga kali, dua musim untuk panen jagung pipil dan 1 musim untuk dibabat menjadi pakan ternak. Sesekali ada beberapa petani melakukan tumpangsari dengan kacang tanah atau kacang tunggak. Kalaupun ada yang menanam kedelai, hanya sebatas di pematang untuk dipanen muda dan dijual sebagai kedelai rebus.

Pertengahan Januari 2021, peneliti Balitkabi menawarkan kerja sama untuk melaksanakan kegiatan penelitian Perakitan Teknologi Budidaya Kedelai Adaptif Naungan. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan paket teknologi yang terdiri dari jarak tanam dan kombinasi pemupukan untuk meningkatkan potensi hasil VUB kedelai adaptif naungan yang baru dilepas, yaitu varietas Denasa 1 dan Denasa 2. Awalnya banyak petani yang menolak karena tidak berpengalaman menanam kedelai, hingga akhirnya didapatkan tiga orang petani kooperator, yaitu Bapak Sukamto, Bapak Darmaji, dan Bapak Siswanto. Luasan lahan yang digunakan untuk kegiatan tersebut sekitar 0,25 ha atau 4 patok.

Animo petani mulai berubah ketika melihat tanaman kedelai tumbuh subur dan telah berpolong. Ada ketertarikan mereka terhadap komoditas kedelai. Banyak petani yang memuji pertanaman kedelai tersebut, kata Bapak Sukamto, salah satu petani kooperator sekaligus pengurus LMDH Jati Lestari.

Panen kedelai diperkirakan pada awal Mei 2021. Harapannya, hasil panen bisa sesuai dengan penampilannya saat ini, bahkan bisa mencapai target penelitian, yaitu di atas 2,5 t/ha. Koordinasi dan observasi lapang dilakukan secara intens untuk mengantisipasi terjadinya berbagai cekaman biotik maupun abiotik, seperti curah hujan yang tinggi, serangan hama, dan penyakit, terlebih mereka masih perdana dalam budidaya kedelai.

Semoga kedelai Balitbangtan semakin berkembang, memberikan manfaat, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

HP/RDP/PWT/PWN

Peneliti Agronomi dari Balitkabi (Herdina Pratiwi, S.P., M.P.) dan petani kooperator (Bapak Darmaji dan Bapak Sukamto) di antara hamparan tanaman kedelai di bawah tegakan jati.

Peneliti Agronomi dari Balitkabi (Herdina Pratiwi, S.P., M.P.) dan petani kooperator (Bapak Darmaji dan Bapak Sukamto) di antara hamparan tanaman kedelai di bawah tegakan jati.

naung1 naung2
Keragaan tanaman Denasa 1 (kiri) dan Denasa 2 (kanan) pada fase pengisian polong.