Berita » Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo mengunjungi Balitkabi

Balitkabi pada Selasa, 18 Januari 2022 menerima kunjungan dari Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Provinsi Gorontalo, Dr. Mulyadi D. Mario, yang diterima langsung oleh Plt. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., didampingi oleh Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, Bambang Sri Koentjoro, S.P., M.Kom. dan peneliti Balitkabi (Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, MS., Ir. Abdullah Taufiq, MP., dan Dr. Ayda Krisnawati).

Plt. Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., didampingi oleh Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, Bambang Sri Koentjoro, S.P., M.Kom.

Plt. Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., didampingi oleh Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, Bambang Sri Koentjoro, S.P., M.Kom.

Tujuan kunjungan adalah untuk mendapatkan informasi tentang komoditas kedelai dan porang. Lebih lanjut Mulyadi menyampaikan bahwa kedelai memang bukan merupakan tanaman utama yang diusahakan masyarakat Gorontalo, namun demikian luasannya sekitar 1.200 – 1.300 ha. Kendala utama dalam berusahatani kedelai adalah produktivitas rata-rata yang masih rendah, 1,3 -1,5 t/ha.

Kendala lainnya adalah pada aspek market/pasar, yaitu harganya yang fluktuatif, sehingga mengurangi minat petani untuk menanam kedelai. Selain komoditas kedelai, tanaman porang juga mulai banyak diusahakan petani di Gorontalo sejak akhir tahun 2020. Namun demikian, kendala yang dihadapi dalam berusahatani porang adalah pada harga benih yang mahal serta sulit untuk didapatkan.

Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo ke Balitkabi

Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo ke Balitkabi

Titik Sundari menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap pengembangan kedelai maupun porang di Provinsi Gorontalo. Disampaikan juga bahwa demplot-demplot yang telah dilaksanakan oleh BPTP Gorontalo akan memberikan informasi tentang varietas kedelai yang cocok untuk dibudidayakan dan sesuai agroekosistem di Gorontalo. “Pilihan akan VUB kedelai pun sudah banyak, dan rata-rata sudah berkategori berbiji besar sesuai preferensi konsumen/industri tempe”, kata Titik lebih lanjut.

Informasi tentang karakteristik lahan dan kebutuhan air untuk tanaman kedelai serta VUB kedelai dan keunggulannya juga disampaikan peneliti Balitkabi. Terkait dengan tanaman porang, dimana potensi pengembangan tanaman ini masih terbuka lebar, Yuliantoro menyarankan dalam mengawali pengembangan tanaman porang adalah ditujukan untuk produksi benih.

Juga diketahui bahwa terdapat tanaman porang lokal di Provinsi Gorontalo yang disinyalir mempunyai karakteristik morfologi yang berbeda dengan varietas porang Madiun 1, sehingga disarankan untuk melakukan karakterisasi maupun evaluasi, bekerjasama dengan Balitkabi.

Pada akhir kunjungan, Mulyadi berkesempatan mengunjungi UPBS Balitkabi. Dengan didapatkannya informasi tentang VUB kedelai yang dapat dibudidayakan dan adaptif dengan agroekosistem setempat, serta diminati pasar di Gorontalo, dan juga informasi mengenai tanaman porang, harapannya adalah dapat menjembatani hilirisasi inotek tanaman aneka kacang dan umbi (akabi).

Peneliti Balitkabi, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. (kiri) dan Ir. Abdullah Taufiq, M.P. (kanan)

Peneliti Balitkabi, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. (kiri) dan Ir. Abdullah Taufiq, M.P. (kanan)

“Kami berharap bisa menjalin kerjasama lebih lanjut, misalnya dengan eksplorasi tanaman akabi, maupun pengiriman narasumber peneliti Balitkabi, terutama untuk tanaman porang, dalam pelatihan yang diadakan Distan Gorontalo”, pungkas Mulyadi.

AK