Berita » Kepiawaian Negosiasi Internasional Staf Litbang Ditingkatkan

a.dina_negosiasi_2

Inovasi temuan Badan Litbang Pertanian sudah saatnya diinternasionalkan. Untuk itu, Staf Badan Litbang harus memiliki kemampuan dalam penyampaiannya. Dalam rangka peningkatan kapasitas diplomasi dan negosiasi Badan Litbang Pertanian selenggarakan pelatihan “Peningkatan Kapasitas Diplomasi dan Negosiasi Badan Litbang Pertanian dalam Perundingan Internasional”, di Jakarta (27-29/5). Pelatihan diikuti 37 orang peserta dari Badan Libang Pertanian dan tiga dari pusat KLN Kementan dan Badan Ketahanan Pangan (BKP). Peserta terdiri dari Kepala Pusat Penelitian, Kepala Balai, KSHP, Subbid Kerjasama dan Fungsional Peneliti. Balitkabi diwakili oleh peneliti junior Herdina Pratiwi, SP.

Saat membuka pelatihan, Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. Kasdi Subagyono, M.Sc. menyampaikan bahwa selama ini Badan Litbang Pertanian lemah dalam negosiasi dengan pihak luar negeri sehingga masih banyak inovasi pertanian belum menginternasional. Kelemahan biasanya terletak pada kemampuan negosiasi dan Bahasa Inggris. Implementasi tagline Badan Litbang seharusnya tidak hanya dalam penciptaan saja, akan tetapi juga dalam delivery di kancah internasional.

Selama tiga hari, peserta diberi materi tentang Politik Luar Negeri, Pengalaman Praktis Diplomasi Indonesia dalam Perundingan Internasional, Teknik Negosiasi, Tata Bahasa Persidangan, Manajemen Keprotokolan, Pelaksanaan Kerjasama Teknik, Teknik Penyusunan Perjanjian Internasional, Manajemen Konferensi Internasional, Table Manner, Kebijakan Luar Negeri Pertanian, Public Speaking dan Sidang Multilateral. Selain teori, para peserta juga diberikan praktik mengenai table manner langsung di restoran, sedangkan praktek public speaking dan praktek simulasi sidang multilateral dilaksanakan di ruang meeting. Narasumber berasal dari Kedutaan dan Direktorat Jenderal Kementerian Luar Negeri. Selama pelatihan, para peserta dikondisikan pada suasana internasional. Selain dresscode formal yang telah ditentukan panitia, bahasa pengantar juga sebagian disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Banyak hal yang didapat selama training. Para peserta mengetahui teknik negosiasi yang baik sehingga perundingan dapat berhasil dan menguntungkan kedua belah pihak. Selain itu, para peserta juga dibekali tata aturan, etiket pergaulan internasional serta keprotokolan yang mengatur tentang tata cara pelaksanaan pertemuan antarpejabat negara, delegasi serta pelaksanaan sidang internasional. Para peserta juga dapat memahami pentingnya koordinasi dengan kementerian-kementerian lain yang terkait dalam penyusunan perjanji­an/kerjasama internasional sebelum menjadi suatu MOU.

Dr. Ir. Joko Pitono, MS., Pj. Kepala Bagian Kerjasama, Hukum, Organisasi dan Humas, Sekretariat Badan Litbang Pertanian menutup training dengan memberi motivasi bahwa ke depan Badan Litbang akan memperdalam atau men-set up kegiatan lanjutan yang berkenaan dengan keprotokolan, public speaking dan teknik penyusunan kerja sama. Selain substansi dan materi yang mutlak harus dikuasai, seorang negosiator juga harus memiliki kemampuan dan teknik negosiasi dengan baik. Ke depan, diharapkan akan ada perwakilan Badan Litbang yang akan menjadi delegasi negosiasi dalam perundingan internasional.

Herdina P/AW