Berita » Keragaan Detap 1 di Pasuruan

Keragaan Tanaman Detap 1 di Pandaan, Pasuruan

Keragaan Tanaman Detap 1 di Pandaan, Pasuruan

Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pernah berjaya, karena pernah menjuarai lomba kedelai tingkat nasional. Beberapa varietas kedelai telah dikenal oleh petani, tentu yang utama adalah Wilis, selain itu petani juga mengenal Anjasmoro, Grobogan, Gepak Kuning, Deja, serta beberapa varietas lokal.

Varietas Gepak Kuning adalah salah satu yang pernah dicoba petani, namun varietas ini gampang mlecer (pecah polong), ungkap petani. Beberapa petani juga mengatakan, “Mlecer seperti kembang melati, mungkin karena peka terhadap pecah polong”.

Keragaan Hamparan Tanaman Detap 1 di Pandaan, Pasuruan

Keragaan Hamparan Tanaman Detap 1 di Pandaan, Pasuruan

Berbeda dengan Anjasmoro, ditunda sampai 10 hari saat tanaman sudah tua, ternyata masih kuat, penuturan Pak Solihin. Sudah beberapa tahun, pada saat musim panen, selalu sulit mendapatkan tenaga kerja.

Jika menanam Anjasmoro, agak aman karena tidak pecah. Kekurangan tenaga kerja tidak hanya terjadi panen musim panen kedelai, juga pada musim panen padi.

Pengembangan kedelai yang dilakukan oleh Balitbangtan di Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, juga diperkenalkan varietas kedelai Detap 1.

Pak Tayib, salah satu penanam Detap 1, menuturkan bahwa baru kali ini mengenal nama Detap 1. Varietas Detap 1 saat ini sudah kepel (berpolong), padahal varietas lain yang tanamnya bersamaan, belum berpolong. Penilaian petani terhadap Detap 1, nampaknya tidak tahan kondisi tanah becer (tanah becek) saat tanam. Polong Detap 1 juga banyak, seperti Wilis.

Pak Tayib (petani setempat) berfoto dengan hamparan kedelai varietas Detap 1

Pak Tayib (petani setempat) berfoto dengan hamparan kedelai varietas Detap 1

Saat observasi lapang oleh peneliti Balitkabi (7 September 2021), dijelaskan kalau Detap 1 adalah turunan dari Anjasmoro, dan juga tahan pecah polong serta umurnya lebih genjah dibandingkan Anjasmoro. Petani tentu tertarik dengan keunggulan Detap 1, tentu juga yang paling penting adalah petani menunggu hasil biji dari Detap 1 setelah panen.

MMA/RDP