Berita » Kesiapan UPBS Balitkabi dalam Mendukung Program Pengembangan Kedelai Tahun 2020

Gambar 1. Keragaan varietas Anjasmoro untuk calon benih kelas benih BD di Banyuwangi. MK, 2019.

Gambar 1. Keragaan varietas Anjasmoro untuk calon benih kelas benih BD di Banyuwangi. MK, 2019.

Program Kementerian Pertanian untuk pengembangan kedelai tahun 2020 ditargetkan menghasilkan kedelai 2,17 juta ton. Dengan asumsi produktivitas per hektar mencapai 1,5 ton, maka diperlukan luasan 1,5 juta ha. Apabila asumsi kebutuhan benih per hektar 50 kg, maka diperlukan ketersediaan benih sebar (BR) sebanyak 75.000 ton. Guna mendukung ketersediaan benih tersebut, pada tahun 2019, UPBS Balitkabi menargetkan produksi benih sumber sebanyak 100 ton. Pada MK I ini, UPBS Balitkabi selain memproduksi benih di Kebun Percobaan lingkup Balitkabi, juga bekerjasama dengan dua kelompok tani di Banyuwangi (Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Muncar) untuk menanam benih kedelai kelas FS atau BD (benih dasar), tepatnya di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo dan Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar seluas 26,75 ha. Varietas yang ditanam meliputi Anjasmoro (6,5 ha), Dega 1 (1,75 ha), Dena 1 (6,5 ha), Derap 1 (1 ha), Detap 1 (4,5 ha), Devon 1 (5,5 ha), dan Devon 2 (1 ha).

Gambar 2. Tim UPBS Balitkabi melakukan kegiatan roguing varietas Anjasmoro di Banyuwangi.

Gambar 2. Tim UPBS Balitkabi melakukan kegiatan roguing varietas Anjasmoro di Banyuwangi.

Pada saat ini tanaman perbanyakan benih memasuki periode pengisian polong hingga masak fisiologis. Pada periode ini dilakukan pemeriksaan lapang untuk membuang tipe simpang yang merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan untuk menjaga kemurnian genetik di tingkat lapang yang menjadi salah satu prasyarat dalam Sistem Manajemen Mutu untuk menjamin kualitas benih sumber yang akan dihasilkan. Pemeriksaan untuk komoditas aneka kacang dilakukan dua kali, yakni pada fase berbunga dan fase polong atau pertanaman optimal. Pelaksanaan dilakukan secara sampling.
Secara umum keragaan tanaman baik. Hasil pemeriksaan menunjukkan kedelai yang diproduksi telah seragam untuk sifat kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan yang tercantum dalam panduan mutu untuk komoditas tersebut dan layak untuk dilanjutkan proses produksinya. Dalam kurun waktu 7 hari, tanaman sudah mulai ada yang dipanen, dan dalam kegiatan panen perlu dilakukan pengawasan secara ketat untuk menghindari terjadinya kontaminasi dari varietas lain yang ada di sekitarnya. “Kinerja UPBS Balitbangtan di Balitkabi buktikan layak sebagai pemegang SMM ISO 9001:2015 dan berikan dukungan kepada Program Kementan untuk komoditas kedelai,” kata Yuliantoro selaku Kepala Balitkabi. Diperlukan kolaborasi, sinergi, harmoni, semangat merah-putih, dan hormati keringat petani untuk mewujudkan program ini, lanjutnya.

Gmbar 3. Keragaan varietas Detap 1 fase pemasakan polong untuk calon benih kelas BD.

Gmbar 3. Keragaan varietas Detap 1 fase pemasakan polong untuk calon benih kelas BD.

TS