Berita » Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Telah dan Terus Menuntut Perhatian Serius dari Semua Pihak

gontor

Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia, kecukupannya harus terjamin sebagai prasyarat urutan pertama bagi terwujudnya negara yang tentram-damai, tidak bergejolak, dan masyarakatnya hidup sejahtera. Saat ini penduduk Indonesia berjumlah sekitar 252 juta jiwa. Dengan laju peningkatan penduduk sebesar 1,4% per tahun dan tingkat pendidikan yang semakin baik serta kesadaran atas pentingnya kesehatan, berujung pada tuntutan penyediaan pangan dalam jumlah besar, beragam, dan berkualitas. Ini sungguh tantangan yang besar bagi semua pihak, diantaranya produsen dan konsumen bahan pangan itu sendiri, pemerintah, swasta, serta penyedia/sumber inovasi teknologi dalam proses produksi, panen, pasca-panen, dan pengolahannya menjadi pangan siap dikonsumsi. Bukankah pada saat ini produksi dan ketersediaan beberapa bahan pangan penting belum cukup atau kurang aman, sehingga masih memerlukan impor, diantaranya beras, jagung, kedelai, gula, sejumlah hortikultura, dan daging sapi.

Berkenaan dengan pemenuhan pangan, istilah “Ketahanan Pangan” dan “Kedaulatan Pangan” seringkali tidak/kurang dipahami pengertiannya, sehingga sering dipertukarkan dan/atau dianggap sama pengertiannya. Produksi bahan pangan di suatu wilayah atau negara akan tergantung pada kondisi sumber daya alam (SDA) serta strategi dan tingkat upaya pemanfaatan dan pengelolaannya.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, pada tanggal 4 Mei 2016, Universitas Darussalam (UNIDA) di Gontor Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur) menyelenggarakan Seminar Nasional bertemakan “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Pada acara seminar ini, ada dua Institusi yang diundang sebagai nara sumber, yakni Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc. dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Prof. Dr. Subandi mewakili Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi, salah satu Institusi Badan Litbang Pertanian, yang berkedudukan di Malang, Jawa Timur). Seminar dihadiri sekitar 150−200 peserta terdiri atas Dosen, Peneliti, Dinas dan Penyuluh dari delapan kabupaten/kota sekitar Kabupaten Ponorogo. Acara seminar secara resmi dibuka oleh Rektor UNIDA, yaitu Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.

Dalam seminar tersebut, Prof. Dr. Subandi sebagai nara sumber menyampaikan materi berjudul: “Pemanfaatan Sumberdaya Alam untuk Kedaulatan Pangan”. Isi materi yang disampaikan memperoleh apresiasi dan sambutan hangat dari peserta, khususnya dari pihak UNIDA. Sebagai kelanjutan seminar tersebut, disepakati untuk menjalin atau melakukan kerjasama antara LIPI dan Balitkabi dengan UNIDA dalam mengembangkan (gelar teknologi) hasil penelitian di wilayah sekitar Gontor (Ponorogo).


Dari kiri ke kanan: Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Dhiyatun Masqon, M.A., Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc. (LIPI),
Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., dan Prof. Dr. Subandi (Balitkabi) pada acara pembukaan Seminar.


Penandatanganan MoU kerjasama antara UNIDA dengan LIPI dan Balitkabidalam pengembangan inovasi teknologi hasil penelitian.


Peserta yang antusias mengikuti jalannya seminar.

Subandi