Berita ยป Kilau Anjasmoro Dari Bantul

Varietas Anjasmoro di desa Canden Kab. Bantul di tangan tim monev Distan DIY, Kab. Bantul dan Kec Jetis pada 4 Agustus 2020 (foto: Agus Distan DIY)

Varietas Anjasmoro di desa Canden Kab. Bantul di tangan tim monev Distan DIY, Kab. Bantul dan Kec Jetis pada 4 Agustus 2020 (foto: Agus Distan DIY)

Anjasmoro yang dikenal sebagai varietas dengan adaptasi luas berkembang baik di Kabupaten Bantul, tepatnya di desa Canden, Kec. Jetis. Dengan pola tanam padi-kedelai di lahan sawah pertanaman kedelai musim ini terlihat optimal. Di tangan kelompok tani Tri Tunggal dan Lestari desa Canden Anjasmoro tampil prima, dengan tinggi tanaman sekitar 60 cm dengan jumlah polong mencapai 55 per tanaman dapat diprediksi hasil per hektar lebih dari 3 t/ha jika populasi tanaman mencapai 80%.

Menurut Bapak Agus Setiyana staf Produksi dan PLA Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY disampaikan petani setempat selalu membudidayakan kedelai dalam pola tanam di lahan mereka. Varietas Anjasmoro tumbuh subur di desa Canden, petani menanam dengan jarak tanam 30 x 20 cm, rata-rata 2-3 biji per lubang tanam serta pemberian pupuk cair. Pada tahun 2020 ini petani di desa Canden mendapatkan bantuan APBN dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY berupa benih varietas Anjasmoro, inokulan Rhizobium, pupuk cair serta pestisida untuk luasan 15 ha.

Hasil panen dari pengembangan kedelai di desa Canden Kab. Bantul terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daerah bantul dan sekitarnya. Dengan harga jual kedelai konsumsi Rp.7.000 per kg, di harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di sana. Pemanfaatan kedelai biasanya untuk industri tahu dan tempe, apalagi di daerah yogyakarta terkenal dengan gudeg dengan menu pelengkap olahan tahu tempe bacem.

Beragamnya varietas baru kedelai yang telah dirakit dan dirilis Balitbangtan kementerian Pertanian, patut di coba di sana. Dengan harapan peningkatan produktivitas mencapai 3 t/ha misalnya dengan varietas Dega 1 (biji besar 22 g/100 biji, umur masak polong 73 hari serta potensi hasil 3,8 t/ha) atau Detap 1 (kedelai tahan pecah polong potensi hasil 3,58 t/ha) atau Devon 1 (kedelai dengan kadar isoflavon tinggi, biji besar 14 g/100, potensi hasil 3,09 t/ha), atau jika lahan relatif kekurangan air bisa dicoba dengan varieras Dering 1 atau Dering 2 yang merupakan VUB kedelai toleran kekeringan saat fase reproduktif.

anjasmoro2 anjasmoro1
Keragaan var. Anjasmoro siap panen di desa Canden Kab. Bantul , 4 Agustus 2020 (foto: Suci Distan DIY)

RDP