Berita » “Kita Indonesia, Kita Pancasila”, Balitkabi Peringati Lahirnya Pancasila

pancasila

Gambar 1. Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila

Sabtu, 1 Juni 2019 bertempat di halaman Balitkabi, seluruh ASN Balitkabi melaksanakan upacara bendera memperingati hari lahinya Pancasila. Dasar peringatan hari lahir Pancasila adalah PerPres No. 24 tahun 2016 tentang Hari Pancasila. Pernyataan dalam Perpres tersebut adalah Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Perlu disadari bahwa Indonesia merupakan negara yang dengan beragam suku, agama, ras, dan budaya. Lahirnya Pancasila merupakan satu pondasi agar kita bersatu tidak terpecah belah. Upacara bendera tersebut didasarkan Surat Edaran Menteri Pertanian yang ditetapkan pada 22 Mei 2019 tentang Pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2019 di lingkungan Kementerian Pertanian
Upacara kali ini memiliki keunikan yaitu peserta upacara mengenakan pakaian adat dengan beraneka warna dan desain. ASN Balitkabi mengikuti rangkaian upacara bendera yang dipimpin oleh kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi. Upacara berlangsung khidmat dan terlihat semarak dalam balutan warna warni kostum peserta upacara. Kostum yang menggambarkan keragaman Indonesia dari berbagai suku bangsa seperti Jawa, Bali, Madura, Sumatera, dan lainnya.

Pengibaran bendera merah putih, pembacaan Pancasila, dilanjutkan pembacaan pembukaan Undang-undang Dasar 1945, serta Mars Pancasila membahana dinyanyikan dengan kompak oleh tim paduan suara karyawan Balitkabi serta pembacaan doa menjadi rangkaian upacara hari lahirnya Pancasila.

gbr1

Gambar 2. Suasana upacara yang khidmat

Beberapa hal penting yang disampaikan oleh Dr. Yuliantoro dalam amanatnya antara lain : (1) Sejarah lahirnya Pancasila harus dipahami oleh setiap warga negara sehingga akan tumbuh rasa memiliki dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan melupakan sejarah, sejarah bukan hanya deretan angka tahun, tetapi makna yang terkandung di dalam sejarah perlu diteladani, (2) Pancasila sebagai dasar negara lahir dari perjuangan pendiri negara antara lain : DR. Rajiman Wedyodiningrat, Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Soepomo, Pandji Soeroso serta anggota BPUPKI dan PPKI, serta (3) Pancasila sebagai ideologi negara harus menjadi ideologi kerja setiap ASN untuk membangun Indonesia memasuki era 4.0 dengan tetap berpijak pada bumi pertiwi.

pancasila3

Gambar 3. Suasana Saresehan Hari Lahirnya Pancasila

Acara dilanjutkan saresehan, diikuti seluruh ASN Balitkabi serta Dharma Wanita Persatuan Balitkabi. Saresehan spontan ini digelar dengan tujuan memberikan penajaman nilai-nilai Pancasila yang telah dibuat oleh pendiri republik ini agar generasi penerus bangsa dapat mengkristalisasi nilai dari kebhinekaan yang telah menyatu dalam lima dasar negara yaitu Pancasila. Meneruskan perjuangan para pendiri republik dengan berjuang mengisi kemerdekaan sehingga dapat menjadi lentera di lingkungan kantor maupun masyarakat.
Dr. M. Muchlish Adie sebagai peneliti Senior menyampaikan dengan peringatan hari lahir Pancasila memberikan pelajaran bahwa kita harus meneladani betapa luar biasa para pendiri negara sehingga dalam waktu sekitar delapan puluh hari mampu menyusun dasar-dasar negara. Kondisi ini menjadi pelajaran bagi kita berapapun waktu yang dialokasikan kita harus mampu menyelesaikan tugas yang diberikan kepada kita. Pelaksanaan Pancasila sebenarnya telah diimplentasikan oleh masyarakat, hal ini terlihat dari keharmonisan dalam kehidupan bernegara mulai masyarakat di tingkat bawah. Kepala Bagian Tata Usaha Balitkabi Langgeng Sutrisno menyatakan bahwa bangsa kita merupakan bangsa besar,kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia.

gbr2

Gambar 4. Kesan dan pesan peringatan hari lahir Pancasila oleh perwakilan tiga peneliti.

Dr. A. A. Rahmianna menambahkan Pancasila adalah way of life, selain sebagai landasan hukum. Menarik adalah arti lambang rantai pada sila kedua Pancasila yakni perbedaan bentuk rantai yang melambangkan laki-laki (bentuk kotak) dan perempuan (bentuk bulat) senantiasa bergandengan untuk mencapai tujuan bersama. Hak dan kewajiban, tugas ASN laki-laki dan perempuan adalah sama, sehingga sebagai ASN perempuan harus selalu siap menjalankan tugas yang dipercayakan kepada kita.
Rina Artari, M. Biotech mewakili suara generasi muda ikut menyampaikan bahwa keluarga adalah pondasi pertama untuk membentuk karakter anak sehingga dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari karena pemahaman terhadap Pancasila sekarang semakin tergerus. Dr. Yuliantoro menutup saresehan bahwa filosofi Pancasila adalah integritas kita dalam membumikan Pancasila karena menjadi pondasi hidup. Harus senantiasa berpijak ke bumi pertiwi, misalnya sekarang telah diakui adanya the founding fathers and mothers dengan pengakuan eksistensi . Dahulu ada kesalahan jika sejarah hanyalah menghafal urutan tahun, tetapi sebenarnya yang terpenting adalah substansi yang terjadi dari tahun-tahun bersejarah tersebut. “Pegang teguh Pancasila, bumikan Pancasila, jadikan Pancasila sebagai etos kerja, bukan hanya di awang-awang tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Tumbuhkan dalam diri Saya Indonesia, Saya Pancasila, Kita Indonesia, Kita Pancasila” demikian kata Yuliantoro dengan tegas saat menutup acara sarasehan.
RDP