Berita » Koordinasi Pengelola TIK Balitbangtan

tik

Bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung), Balitbangtan pada tanggal 26–28 Agustus 2015 menyelenggarakan temu koordinasi (tekor) pengelola TIK Balitbangtan yang mengambil tema “TIK untuk Pembangunan Pertanian Indonesia”. Tekor dibuka oleh Bapak Kepala BBSDLP mewakili Dr. Agung Hendriadi selaku Sekretaris Balitbangtan. Tekor TIK diikuti oleh penanggung jawab dan pengelola TIK di UK dan UPT lingkup Balitbangtan berjumlah 103 orang. Pada kesempatan ini, Ibu Dr. Rohlini selaku Kabag Perencanaan Balitbangtan menyampaikan bahwa saat ini TIK telah digunakan oleh semua orang dan di semua bidang pekerjaan. TIK memiliki fungsi yang sangat penting dan strategis. Dalam membangun TIK di Balitbangtan, yang terlibat hendaknya bukan hanya ahli IT saja, tetapi juga melibatkan para peneliti dan pengguna. Tahun 2016, akan direncanakan evaluasi proposal secara online. Ibu Rohlini kembali menegaskan bahwa dalam waktu dekat dapat dirancang web untuk kegiatan Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang merupakan visi dari Presiden Joko Widodo. Kedepannya yang tidak kalah penting adalah perlu dirancang web untuk para peneliti agar dapat menjadi wahana untuk tukar-menukar informasi dan dapat terjaring informasi yang luas dengan tujuan akhir kesejahteraan petani Indonesia.

Paparan hari kedua diantaranya disampaikan oleh Dr. Haryono yang mengemukakan kaitan antara pertanian modern dengan IT. Pertanian modern adalah pertanian yang memanfaatkan teknologi baru yang sesuai dengan agroekologi dan sosial ekonomi petani, spesifik lokasi, produksi efisien, dan menguntungkan petani. Dalam pertanian modern, IT memegang peran yang sangat penting meskipun tidak terlihat secara kasat mata sehingga disebut “IT inside”. Aplikasi teknologi dalam pertanian modern adalah melalui mekanisasi pertanian, penggunaan GPS, penggunaan drone, dan penggunaan IT. Sedangkan pertanian modern diimplementasikan melalui: (1) food crop based precission farming system, (2) horticulture based precission farming system, (3) estate crop based precission farming system, (4) live stock based precission farming system, dan (5) integration based precission farming system. Balitbangtan melalui “Science, Innovation, Network” dan “Corporation Enterprises” berupaya melakukan korporasi hasil penelitian demi tercapainya pembangunan pertanian pedesaan (publik) dan agroindustri (komersial), yang pada akhirnya melalui perencanaan bisnis yang matang berupaya untuk mengkomersialiasi hasil-hasil penelitian yang sudah dihasilkan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka salah satu perumusan yang penting adalah pengelola TIK Balitbangtan harus mampu mengimplementasikan program dan kegiatan litbang “back to basic” secara sistematis, efektif, dan dilandasi spirit manajemen korporasi Balitbangtan, dan tagline SCIENCE, INNOVATIONS, NETWORKS. Peran TIK harus dioptimalkan untuk mendukung kegiatan penelitian, pengkajian, perekayasaan dan pengembangan pertanian.

KN/AS