Berita » Koordinasi Perluasan Areal Tanam Baru Kedelai

Direktur Buakabi Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Maman Suherman (kiri) memberikan pengarahan. Prof. Dr. Marwoto (tengah) sebagai nara sumber teknologi budidaya kedelai. Bu Sri Kepala Balai Penelitian Tanah (kanan) sedang menjelaskan pemupukan kedelai di PATB

Pencapaian swasembada kedelai terkait erat dengan perluasan areal. Areal yang dibutuhkan untuk pencapaian swasembada kedelai sekitar 1,8 juta hektar dan saat ini baru tercapai sekitar 800-900 ribu ha. Sasaran luas areal yang dibidik adalah lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering/kering masam, lahan pasang surut, rawa, dan lahan kawasan hutan/perkebunan. Namun untuk mengurangi persaingan dengan komoditas lain perlu dikembangkan ke lahan sub-optimal (lahan kering, pasang surut, gambut).Direktur Buakabi Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Maman Suherman (kiri) memberikan pengarahan. Prof. Dr. Marwoto (tengah) sebagai nara sumber teknologi budidaya kedelai. Bu Sri Kepala Balai Penelitian Tanah (kanan) sedang menjelaskan pemupukan kedelai di PATB
Rapat koordinasi penetapan sasaran Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai untuk memenuhi target produksi kedelai tahun 2013, dibahas pada tanggal 9–10 April 2013 di Jakarta. Koordinasi melibatkan pemangku kepentingan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, Litbang Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan 12 Provinsi (NAD, Sumut, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan). Kepala Balai Penelitian Tanah dan Prof. Dr. Marwoto dari Balitkabi menjadi nara sumber dari Litbang Pertanian. Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mengatakan bahwa Kementerian Pertanian pada tahun 2013 ini menetapkan sasaran produksi kedelai 1.500.000 ton, dengan luas areal tanam 1.018.500 ha dan produktivitas 1,5 ton/ha. Sasaran perluasan areal baru yang dibidik adalah lahan sawah, lahan kering, lahan kering masam, lahan pasang surut, dan lahan lebak, dengan target 110.000 ha model PTT saprodi lengkap dengan pola BLM, 118.250 ha PATB saprodi lengkap dan 190.250 ha perluasan areal swadaya. Dari sasaran target areal PATB yang telah ditentukan dan telah dijabarkan ke kabupaten-kabupaten dari 12 provinsi. Dalam pelaksanaan terjadi pergeseran waktu tanam, waktu tanam yang seharusnya bulan Februari 2013, karena keterlambatan sarana dan prasarana digeser pada bulan September-November 2013 dengan sasaran lahan yang sama. Teknologi budidaya terutama yang berkaitan dengan PATB telah disampaikan oleh nara sumber dari Badan Litbang Pertanian yang mencakup benih, varietas, pupuk dan sistem tanam spesifik lokasi.
Peserta rapat koordinasi PATB kedelai

Marwoto/AW