Berita » Koperasi Balitkabi Menuju Kemandirian

rat_2

KPRI Balitkabi bergerak ke arah mandiri. Peningkatan modal terus bertambah, pinjaman dari pihak ketiga sudah diselesaikan pada tahun 2011, sehingga kemandiriannya semakin lebih kentara. Di samping itu, kemajuan koperasi sesungguhnya bergantung anggotanya, dan kebersamaan anggota merupakan sokoguru kemajuan. Demikian disampaikan Ketua I Koperasi Manggala Bhakti Balitkabi, Prof Sudaryono, Kepala Balitkabi, Dr Muchlish Adie, dan Ir. Ipung A.G., Ketua KPRI Kab Malang, pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Manggala Bhakti (MB) Balitkabi, Selasa (14/2/2012). Cerminan kemandirian dilaporkan oleh Prof Sudaryono yang menyatakan bahwa modal sendiri koperasi Balitkabi kini bertambah secara nyata dari Rp522 juta (2009), menjadi Rp693 juta (2010), dan terus naik menjadi Rp904 juta pada tahun 2011, atau terjadi pertambahan sebesar 30%. Ini yang utama adalah berkat kerelaan anggota menambah simpanan wajib. Di samping itu yang membanggakan adalah tanggungan kepada Bank kini sudah lunas. “Kita sudah lunasi pinjaman pada pihak ketiga (bank) pada tahun 2011” tutur Pak Dar, panggilan akrabnya. Bahkan, “Pertokoan yang sebelumnya minus terus, kini sudah membukukan keuntungan sebesar Rp22 juta”, tutur Ir Abdullah Taufiq, M.P. mewakili Badan Pengawas saat menyampaikan evaluasinya. Demikian juga penilaian KPRI Malang. ”Dari perhitungan yang ada selain pertambahan modal yang naik tajam, SHU-pun naik menjadi 13% dibanding tahun 2010” kata Ir Ipung, dari Pengurus KPRI Kab Malang. Ini semua menunjukkan bahwa KPRI Balitkabi terus tumbuh lebih mandiri.


Ir Margono R., M.P., Ir. Rudi Iswanto, M.S. (pegang mic), Prof Sudaryono (tengah), Nur Wachidatin, B.Sc.
dan Ir Suhartina saat menyampaikan Pertanggungjawaban KPRI Manggala Bhakti, Selasa (14/2/2012).



Prof Sudaryono, Ir. Rudi Iswanto, M.S., Ir Suhartina, M.S., Nur Wachidatin, B.Sc. Winarsih, Ir Margono R., M.P., (pengurus) dan Drs. Subarkah (Pengawas)
saat Pelantikan Pengurus KPRI Manggala Bhakti, Periode 2012-2015, Selasa (14/2/2012).

Tergantung Anggota Koperasi menempati posisi dan peran unik. Dia bukan bank, dengan orientasi profit taking. Koperasi meski bergerak di simpan pinjam, namun tidak melulu mencari untung. Unsur sosial-kemasyarakatannya juga kuat. ”Koperasi tidak bisa disamakan dengan bank”, urai Pak Muchlish saat memberikan sambutan. Karena itu koperasi harus tumbuh maju dan berkembang terus. Para anggota, pengurus dan pengawas harus senantiasa bekerjasama. ”Kemajuan koperasi tergantung Bapak dan Ibu semua, Anggotanya, Pengurusnya, dan Pengawasnya. Kata kuncinya adalah kebersamaan dan kegotongroyongan untuk memajukan koperasi”, pungkas beliau.

Lanjutkan! RAT KPRI Manggala Bhakti kali ini yang merupakan RAT tahun terakhir kepengurusan periode 2009-2011 dihadiri 169 anggota. Di samping Ketua KPRI Kabupaten Malang, Ketua Dekopinda Kabupaten Malang, Drs. Soliono, MM, juga hadir bersama Ketua UMKM Kabupaten Malang, Drs. Mudji, MM. Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ART), bersamaan RAT diadakan Rencana Kerja (RK) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) Tahun 2012, serta pemilihan pengurus baru dan penggantian satu anggota Badan Pengawas. Berdasarkan penilaian anggota, para pengurus dan pengawas sudah bekerja secara baik, oleh karena itu anggota berkeputusan bahwa kepengurusan ini perlu dilanjutkan, dengan sedikit pergantian di Bendahara II. Jadi Pengurus KPRI Manggala Bhakti Balitkabi Periode 2012-2015 tetap. Hanya Ibu Intarti diganti oleh Ibu Winarsih.

Terima kasih Pak Dar dan kawan-kawan, semoga menjadi amalan. Selamat mengabdi. Lanjutkan untuk memajukan!