Berita » KP Kendalpayak Mendukung SMK Bisa!

smk_0

Badan Litbang Pertanian, tak hanya menghasilkan dan menyediakan teknologi untuk mendukung pembangunan pertanian. Namun juga mendorong diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan berkembang lebih luas lewat berbagai saluran (multi channel communication). Salah satu saluran diseminasi simbiose mutualistis adalah lewat magang siswa atau mahasiswa. Dalam proses magang, siswa atau mahasiswa magang atau praktik kerja lapang, atau sejenisnya mendapatkan ilmu sekaligus praktik di lahan atau laboratorium. Pada saat itu terjadi transfer of knowlegde atau alih teknologi secara langsung.

Pada tahun 2012 Kebun Percobaan Kendalpayak membimbing 11 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Jawa Timur, yaitu dari SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo-Malang,SMKN 1 Malang, SMK Mamba’ul Ihsan Banyuurip Ujungpangkah Gresik.

Pada saat awal, mereka diberi pembekalan materi oleh Kepala dan Staf Teknis KP Kendalpayak, diikutipraktik kerja lapang. Praktiknya bermacam-macam kegiatan yang sedang dilaksanakan di kebun. Agar proses transfer berlangsung optimal, pada saat paparan dalam pembekalan atau praktik para siswa dipancing untuk bertanya dan berdiskusi secara mendalam. “Saya selalu menekankan agar seluruh teknisi kebun mendorong alih ilmu dan keterampilan berlangsung terus ke para pemagang atau praktikan”, tutur Ir Margono Rahmad M.S., Kepala KP Kendalapayak. Mereka mulai praktik sesuai dengan jam kerja karyawan kebun, pukul 6 pagi harus sudah dimulai, sama seperti karyawan dan tenaga lepas di Kebun Kendalpayak. Mereka juga mendapatkan makan sama seperti karyawan lainnya.

Siswa SMK sedang menyeleksi secara manual hasil panen benih kedelai terhadap biji rusak, berlubang,
kotoran biji, yang tidak layak, dan kemungkinan lolos waktu disortasi dengan mesin sortir.


Siswa SMKN I Malang melaksanakan pengujian daya tumbuh kedelai Anjasmoro dan pengecekan hasil ujinya pada
umur 8 hari.

Optimalisasi diseminasi tersebut mengikuti arahan Kepala Badan Litbang Pertanian yang selalu disampaikan oleh Kepala Balitkabi, Dr. Muchlish Adie, MS, yang senantiasa menekankan bahwa “Semua staf Balitkabi harus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat atau dapat memberikan pelayanan prima kepada petani maupun pengguna lainnya”. Dan itu diterapkan secara sinambung dan konsisten oleh KP Kendalpayak.

Magang atau PKL siswa SMK biasanya dilaksanakan 3 bulan. Mereka dilibatkan langsung dalam seluruh kegiatan, mulai persiapan lahan dan sarana produksi, plotting, tanam, pemupukan, penyulaman, penjarangan, penyiangan, pengendalian hama & penyakit, panen, dan pascapanen. Mereka harus praktik langsung kegiatan tersebut.Mereka juga diajari pengelolaan tanaman kabi untuk tujuan produksi benih sumber BS dan FS, tak hanya teori namun langsung praktik menyeleksi pertanaman BS dan FS di lapang. Mereka jugaditunjuki wujud cekaman OPT (organisme pengganggu tanaman) dan cekaman air yang menjadi kendala produktivitas tanaman kabi. Di samping itu, para siswa diajari praktik pembuatan kompos media tumbuh di polibag untuk mendukung M-KRPL vertikultur tanaman sawi, selada, bayam, tomat, dan lombok. Pemanfaatan limbah brangkasan kedelai yang difermentasikan dengan EM4, tetes (limbah Pabrik Gula), dan pupuk kandang dari kotoran sapi juga diperkenalkan dan diajarkan pada mereka.

SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Malang menyeleksi stek bibit ubi kayu var Malang-6 dan menanamnya.

Siswa SMK NU Sunan Ampel dan SMKN I Malang praktik penjarangan pada percobaan kedelainaungan, dan
siswa SMK Masba’ul Ihsan Gresik menyemprot untuk mencegahpenyakit tular tanah pertanaman BS kacang hijau.

Tak hanya itu, pembuatan laporan PKL pun diajarkan oleh para teknisi KP Kendalpayak yang beberapa di antaranya adalah Sarjana Pertanian. “Jika mereka sudah menjalani mereka lebih cepat mengerti. Dan pembimbingan pembuatan laporan ternyata mempercepat proses pelaporan dari para siswa”‘ tutur pak Margono.

SMK memang seharusya beda dengan sekolah umum. SMK disiapkan sebagai tenaga terampil di berbagai bidang lapangan kerja sesuai jurusan masing-masing. Untuk mendukung tujuan SMK itulah KP Kendalpayak selalu bersunguh-sungguh membina mereka selama magang atau praktik lapang. “Agar mereka betul-betul menguasai dan paham tentang apa yang dipelajari dan dipraktikkan di sini”, lanjut Pak Margono. SMK bisa!

Siswa SMK Mamba’ul Ihsan Banyuurip Gresik praktik menyeleksi BS kacang hijau Vima-1 fase generatif dipandu
Pak Naryo (Teknisi) dan praktik pengamatan fase panen dibimbing Pak Slamet
(Koord Teknis) pada percobaan galur
kedelai tahanan terhadap penyakit karat
.

Praktik Siswa SMK Masba’ul Ihsan Gresik dibimbing Pak Heri SP (Staf Teknis) membuatmedia polibag M-RPL
dengan memanfaatkan limbah brangkasan
kedelai yang difermentasiEM4, tetes (limbah Pabrik Gula), dan
pupuk kandang kotoran sapi.

Setelah praktik, Siswa SMK dapat pembekalan tentang Kabi dan pengelolaannya oleh Ir. Margono Rachmad, MS
(Ka KP Kendalpayak), kemudian pembuatan laporan akhir sebagai persyaratan PKL juga wajib diselesaikan
untuk memenuhi standar penilaian.

MR/AW