Berita ยป KRPL Masuk Kampus, Diawali dari Unair

Seminar dan antusiasme mahasiswa FKUA.

KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang diinisiasi oleh Badan Litbang Pertanian, saat ini tidak hanya direplikasi di seluruh provinsi di Indonesia, namun juga mulai masuk kampus. Adalah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA), KRPL berbasis tanaman obat mulai dikembangkan.

Awalnya, dimulai dengan penandatangan MoU antara Badan Litbang Pertanian dengan FKUK, 11 Desember 2012 di Kampus FKUA Surabaya. Selesai penandatangan MoU dilanjutkan dengan Seminar Pendayagunaan Tanaman Obat Tradisional. Seminar dihadiri oleh civitas akademika FKUA dan mahasiswa D3 Program Studi Pengobatan Tradisional. Makalah seminar disampaikan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono M.Sc dengan paparan Inovasi teknologi pertanian mendukung pemanfaatan tanaman obat untuk peningkatan kesehatan, serta dari Kementerian Kesehatan dengan topik Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam pengobatan komplementer/alternatif melalui tanaman obat (Dr. Siswanto).

Seminar dan antusiasme mahasiswa FKUA.

Dekan FKUA menyampaikan bahwa Prodi Pengobatan Tradisional merupakan satu-satunya di Indonesia, dan kiprah obat tradisional memiliki harapan masa depan yang sangat penting. Dukungan Badan Litbang Pertanian, sangat strategis bagi pengembangan Prodi Battra (Pengobatan Tradisional). Serupa harapan, juga disampaikan oleh Wakil Rektor III, dengan adanya KRPL di lingkungan FKUA akan menjawab pertanyaan yang selama ini ada, darimana bahan baku harus disediakan. KRPL di FKUA akan menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa. Bahkan Wakil Rektor III juga mengajak jajaran Badan Litbang Pertanian untuk bersama-sama mengembangkan KRPL tanaman obat di lahan yang dimiliki oleh Unair.

Dr. Haryono M.Sc menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keragaman biodiversitas terbesar ketiga setelah Brasilia dan Zaire. Walaupun demikian Indonesia bercirikan spesifik, karenanya mengetengahkan ke-Indonesiaan sangat penting untuk merakit teknologi, termasuk pengembangan KRPL. Dayaguna KRPL telah dirasakan dari berbagai matra, seperti ekonomi rumah tangga, kesehatan, konservasi plasmanutfah dan sebagainya. Harapannya, dimulai dari kampus FKUA, KRPL akan dikembangkan pada kampus lainnya.

Bagaimana dengan komoditas kabi. Dr. Haryono M.Sc, mengharapkan aneka kabi ikut menghiasi KRPL di kampus. Kabi juga potensial sebagai sumber pangan fungsional. Bahkan Kepala Balitkabi, ditugaskan Kepala Badan Litbang Pertanian untuk menghiasi FKUA dengan olahan aneka kabi yang memang menyehatkan. Arahan yang harus ditindaklanjuti oleh peneliti Balitkabi.